06

Ulung Bernegosiasi dengan Atasan untuk Izin Studi

Tidak mudah bagi karyawan memperoleh izin studi. Menempuh sekolah lanjutan sambil tetap bekerja terkadang  harus mendapat restu dari perusahaan atau atasan. Atasi dengan ulung bernegosiasi agar izin dapat dikantongi.

Sebabnya ada kekhawatiran kinerja karyawan akan menurun. Konsentrasi dan energi harus terbagi untuk dua hal yang sama-sama penting. Belum lagi jika ternyata karyawan mengajukan proposal pembiayaan studi. Sudah pasti perusahaan harus menimbang cost and benefit-nya.

Atau hambatan lain yang diprediksi akan muncul saat karyawan mengambil studi. Misalnya saja pasca studi selesai karyawan langsung mengundurkan diri dan memilih mengabdi di tempat lain. Begitu pula dengan lama waktu menempuh studi berkaitan erat dengan pencapaian target.

Agar izin mulus didapat, negosiasikan keinginan Anda dengan lihai. Ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan.

Sampaikan rincian studi

Keinginan harus diutarakan. Mengenai bidang studi, kampus atau institusinya, jadwal dimulai, sampai waktu berakhir. Anda juga harus menerangkan detail yang lain. Meliputi siapa yang akan mendanai, apa yang ingin diraih, dan lain sebagainya.

Supaya izin dikeluarkan, Anda bisa mengambil opsi kelas sore atau weekend yang jamak tersedia khusus bagi karyawan. Sehingga kehadiran Anda tetap bisa seratus persen.

Dengan memberikan narasi yang lengkap, perusahaan akan mempunyai bayangan yang lengkap pula. Pertimbangan mengenai cita-cita Anda bisa digodok lebih serius. Bahkan mungkin menawarkan opsi yang jauh lebih baik.

Tetapi ingat, jangan menyampaikan rencana studi dalam waktu yang mendadak. Perusahan belum tentu langsung mengabulkan. Sedang di sisi lain, justru menurunkan kesan yang kurang baik pada diri Anda.

Simbiosis mutualisme

Tawarkan keuntungan yang bisa diperoleh kedua belah pihak. Dengan menempuh studi, Anda dapat meningkatkan kapasitas. Potensi unggul yang akan kembali lagi untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan sendiri. Di samping bisa melebarkan networking, yang sebelumnya tidak terjangkau sama sekali. Image perusahaan pun meningkat sebagai lembaga berisi orang-orang berpengalaman di bidang akademisi.

Garansi dari Anda

Sebutkan garansi dari Anda. Jaminan tetap berprestasi tentu akan sangat dihargai. Anda juga bisa menambahkan tidak akan lari dari perusahaan setelah menempuh studi. Kembali berkonsentrasi pada pekerjaan atau tidak serta merta meminta kenaikan gaji bulanan. Garansi dari kita dapat menjadi faktor suksesnya izin keluar. Tetapi jangan sekali-kali menyebut dengan asal, apalagi mengingkari apa yang telah disepakati.

Terima syarat dari kantor

Terima syarat yang diajukan balik oleh perusahaan. Karena jika Anda tidak menerima, kemungkinan besar keinginan studi bisa batal. Misalnya hanya mau menanggung setengah dari biaya yang diajukan atau memberi kesempatan studi dengan waktu lebih pendek. Tentu akan ada konsekuensinya, namun tak usah berkecil hati. Siasati dan jalani studi dengan sebaik-baiknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Tidak mudah bagi karyawan memperoleh izin studi. Menempuh sekolah lanjutan sambil tetap bekerja terkadang  harus mendapat restu dari perusahaan atau atasan. Atasi dengan ulung bernegosiasi agar izin dapat dikantongi.

Sebabnya ada kekhawatiran kinerja karyawan akan menurun. Konsentrasi dan energi harus terbagi untuk dua hal yang sama-sama penting. Belum lagi jika ternyata karyawan mengajukan proposal pembiayaan studi. Sudah pasti perusahaan harus menimbang cost and benefit-nya.

Atau hambatan lain yang diprediksi akan muncul saat karyawan mengambil studi. Misalnya saja pasca studi selesai karyawan langsung mengundurkan diri dan memilih mengabdi di tempat lain. Begitu pula dengan lama waktu menempuh studi berkaitan erat dengan pencapaian target.

Agar izin mulus didapat, negosiasikan keinginan Anda dengan lihai. Ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan.

Sampaikan rincian studi

Keinginan harus diutarakan. Mengenai bidang studi, kampus atau institusinya, jadwal dimulai, sampai waktu berakhir. Anda juga harus menerangkan detail yang lain. Meliputi siapa yang akan mendanai, apa yang ingin diraih, dan lain sebagainya.

Supaya izin dikeluarkan, Anda bisa mengambil opsi kelas sore atau weekend yang jamak tersedia khusus bagi karyawan. Sehingga kehadiran Anda tetap bisa seratus persen.

Dengan memberikan narasi yang lengkap, perusahaan akan mempunyai bayangan yang lengkap pula. Pertimbangan mengenai cita-cita Anda bisa digodok lebih serius. Bahkan mungkin menawarkan opsi yang jauh lebih baik.

Tetapi ingat, jangan menyampaikan rencana studi dalam waktu yang mendadak. Perusahan belum tentu langsung mengabulkan. Sedang di sisi lain, justru menurunkan kesan yang kurang baik pada diri Anda.

Simbiosis mutualisme

Tawarkan keuntungan yang bisa diperoleh kedua belah pihak. Dengan menempuh studi, Anda dapat meningkatkan kapasitas. Potensi unggul yang akan kembali lagi untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan sendiri. Di samping bisa melebarkan networking, yang sebelumnya tidak terjangkau sama sekali. Image perusahaan pun meningkat sebagai lembaga berisi orang-orang berpengalaman di bidang akademisi.

Garansi dari Anda

Sebutkan garansi dari Anda. Jaminan tetap berprestasi tentu akan sangat dihargai. Anda juga bisa menambahkan tidak akan lari dari perusahaan setelah menempuh studi. Kembali berkonsentrasi pada pekerjaan atau tidak serta merta meminta kenaikan gaji bulanan. Garansi dari kita dapat menjadi faktor suksesnya izin keluar. Tetapi jangan sekali-kali menyebut dengan asal, apalagi mengingkari apa yang telah disepakati.

Terima syarat dari kantor

Terima syarat yang diajukan balik oleh perusahaan. Karena jika Anda tidak menerima, kemungkinan besar keinginan studi bisa batal. Misalnya hanya mau menanggung setengah dari biaya yang diajukan atau memberi kesempatan studi dengan waktu lebih pendek. Tentu akan ada konsekuensinya, namun tak usah berkecil hati. Siasati dan jalani studi dengan sebaik-baiknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments