14

Plus Minus Sekolah Kejuruan

Sebagai sekolah lanjutan di tingkat menengah, sekolah kejuruan juga mempunyai plus dan minus. Poin penting yang perlu diperhatikan dalam-dalam. Terutama oleh mereka yang memasuki tingkat akhir SMP.

Sekolah kejuruan memang tidak biasa. Dulu ide pendiriannya dilatarbelakangi sebagai solusi mengurangi pengangguran sekaligus menghasilkan generasi siap bekerja. Lebih banyak memberikan kesempatan mencicipi dunia kerja. Dibanding SMA, yang konon lebih sarat muatan teorinya.

Uniknya lagi, tanpa disengaja sekolah kejuruan serasa dibedakan berdasar gendernya. Sekolah dengan jurusan keadministrasian, tata busana, tata boga, atau yang membutuhkan rutinitas serta kerapian diramaikan oleh para siswi. Sedang yang mengajarkan praktek berkenaan dengan mesin, pertukangan, listrik, dan lainnya diminati oleh para siswa. Jurusan “kekinian” seperti desain grafis, animasi, atau berhubungan dengan tata visual juga mulai dibuka. Demi mengikuti perkembangan zaman dan menciptakan solusi riil bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

Hingga kini sekolah kejuruan terbukti telah menyumbang kontribusi yang besar. Tidak hanya bagi perekonomian nasional, namun juga para siswa didiknya. Para alumninya lebih siap bersaing begitu selesai mengenyam bangku sekolah menengah. Mandiri di usia yang lebih dini.

Spesifik

Di tahun pertamanya, para siswa sudah mendalami materi yang spesifik. Sesuai pilihan dan minat masing-masing. Pendalaman yang terus dilakukan dari tahun ke tahun guna menjadikannya sebagai tenaga yang ahli. Keterampilan yang terasah berkat adanya konsentrasi pada satu jurusan saja. Kemampuan menguasai bidang tertentu inilah yang nantinya justru memudahkan dalam mencari jenis pekerjaan.

Siap tampung kerja

Karena terus terlatih dan praktik langsung, lulusan sekolah kejuruan lebih siap bekerja. Tanpa perlu repot-repot menambahkan lembar ijazah dari universitas. Seringnya, di saat magang, perusahaan sudah melirik para siswa yang dinilai potensial. Bahkan ada pula yang mengajukan permintaan langsung ke pihak sekolah agar menyediakan tenaga kerja sesuai dengan yang dibutuhkan. Jadi, para murid kejuruan menemukan pekerjaan tanpa harus melamar.

Lebih mandiri

Sudah pasti dengan menemukan ladang pekerjaan, lulusan sekolah kejuruan dinilai lebih mandiri. Secara sosial maupun finansial. Meniti karier lebih awal dan telah membuat koneksi dunia kerja yang belum tentu bisa dilakukan oleh mereka yang lulus dari SMA. Status yang mapan dan nyaman pun jadi bayangan yang diidam-idamkan.

Pilihan terbatas masuk universitas

Sayangnya, sekolah kejuruan meninggalkan sedikit kesempatan bila ingin memasuki dunia universitas. Tidak banyak fakultas atau prodi yang bisa dipilih. Termasuk kesulitan menyelesaikan soal-soal ujian masuk, yang kadang tipe soalnya tidak begitu akrab bagi mereka. Sehingga opsi yang paling mungkin dilakukan adalah mengambil jurusan sama seperti di sekolah kejuruan, agar mudah mendapat predikat mahasiswa.

Tidak banyak wawasan

Sekolah kejuruan juga dinilai tidak banyak memberikan wawasan. Karena hanya berkutat dan fokus pada satu bidang studi saja. Tidak menampik bahwa kemudian para siswa-siswinya jadi kuper, kerap ketinggalan informasi, dan asing dengan yang bukan bidangnya. Salah satu faktor kekurangan yang membuatnya dihindari oleh beberapa kalangan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments