10

Persiapan Berwisata Saat Puasa

Puasa bukan kendala melakukan wisata. Banyak yang menempuhnya sebagai agenda mengisi hari. Agar sukses, persiapan khusus tak boleh diabaikan.

Persiapan yang matang akan mendatangkan banyak keuntungan. Wisata berjalan lancar, dan yang paling penting, membuat puasa tidak batal. Ibaratnya, persiapan menjadi kunci sukses berwisata sambil menjalani puasa hingga tuntas. Sempurna hingga maghrib tiba.

Memang wisata saat berpuasa sedikit berbeda dibanding hari-hari biasa. Walau sama-sama bernuansa santai, namun Anda perlu tenaga yang lebih ekstra. Seleksi pemilihan lokasi juga lebih ketat. Jika suka, pilih lokasi wisata yang bukan sekadar tempat untuk bersenang-senang atau yang bersifat hiburan, namun yang mampu meningkatkan khusyuknya suasana puasa dan menambah pahala. Tidak melenakan atau malah memicu kita jauh dari perilaku yang dianjurkan oleh agama.

Berikut hal yang bisa Anda persiapkan. Mungkin sembari melakukan perjalanan mudik, Anda sekeluarga sekalian menempuh wisata.

Sahur yang cukup

Sediakan menu yang cukup memenuhi kebutuhan Anda untuk berpuasa sehari penuh. Mengandung nutrisi bagi tubuh. Seperti karbohidrat kompleks, protein, dan vitamin. Kebutuhan cairan di dalam tubuh juga tak boleh kurang. Karena itu, hindari minuman-minuman yang merangsang tubuh dehidrasi. Misalnya yang mengandung kafein, yang terdapat dalam segelas teh atau kopi.

Jangan ragu untuk menambahkan multivitamin atau suplemen. Sebab mungkin bisa menjadi penjaga stamina selama Anda berwisata nanti.

Kenakan baju yang nyaman

Kenakan baju yang nyaman di pakai. Sesuai dengan kondisi udara dan lingkungan yang akan Anda tuju. Anda dapat memilih bahan yang mudah menyerap keringat untuk kunjungan ke pantai. Namun, bahan yang lebih tebal barangkali lebih cocok untuk daerah pegunungan.

Baju yang nyaman dalam situasi seperti ini bukan sekadar fashion. Tetapi pendukung tubuh agar tetap fit. Jangan sampai karena salah kostum, wisata saat puasa malah membuat Anda jatuh sakit.

Bekal praktis

Bekal yang praktis perlu Anda siapkan dari rumah. Minimal air mineral dan makanan ringan sebagai menu awal buka puasa. Langkah antisipasi jika Anda kesulitan menemukan tempat makan karena terjebak macet atau kondisi lainnya. Perut tidak harus menunggu lama untuk diisi.

Bekali pula diri dengan alat-alat ibadah. Seperti mukena dan kitab suci. Walau sedang wisata, urusan ibadah tetap dapat dijalani dengan sepenuh hati.

Jeda istirahat

Ambil jeda untuk istirahat. Hindari melakukan aktivitas fisik terus menerus. Dampaknya bisa langsung dirasa. Bukan saja lapar dan dahaga yang makin menguat, namun juga tubuh berubah lemas sampai pingsan secara tiba-tiba. Sebaliknya, hanya dengan jeda sejenak akan membantu kelancaran wisata Anda.

Stay positive

Selama berwisata, jaga ketenangan hati dan pikiran. Apapun yang ditemui dan seketika menggangu, jangan sampai memicu amarah serta emosi. Kendalikan diri sebelum Anda berucap dan bertindak spontan. Terlebih bila Anda ingin berkata-kata kasar. Boleh saja perasaan lebih puas karena telah terlampiaskan. Namun ingat kembali esensi puasa, yaitu keikhlasan dan kesabaran. Wisata yang harusnya menyenangkan malah menjadi ajang menggerus kekhusyukan ibadah kita. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments