02

Mitos Bayi Baru Lahir yang Merugikan

Tampaknya bayi baru lahir pun tidak lepas dari jeratan mitos. Karena kuatnya mitos, orang tua bisa stres dan bayi sendiri bisa dirugikan. Terlebih orang tua yang baru pertama kali memiliki anak. Padahal faktanya, beberapa mitos tak perlu lagi diterapkan, sebab justru menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.

Pengalaman mempunyai anak pertama memang tidak mudah. Apalagi ada campur tangan keluarga besar, yang kadang merasa berhak menentukan kondisi bayi di awal-awal hidupnya.  Bicarakan baik-baik dengan orang-orang sekitar, dan sudahi mitos yang merugikan dari sekarang. Terbukti pula, kematian bayi paling banyak disebabkan oleh mitos-mitos yang terlalu ketat penerapannya.

Kenali dari sekarang, agar perhatian Anda lebih tercurah pada kesehatan dan pertumbuhan si kecil.

Bedong

Sudah jamak bayi dimana-mana terlihat dalam bungkusan bedong. Begitu rapat dan dikenakan setiap saat. Dengan harapan bayi mendapatkan bentuk badan yang ideal. Tidak bengkok kaki dan tangannya, seperti yang ditunjukkan begitu lahir. Padahal tujuan bedong hanyalah untuk menghangatkan suhu badannya. Dijamin bayi tidak akan nyaman dengan kain yang melilit di sekujur tubuhnya.

Gurita

Gurita juga bukanlah barang asing bagi bayi. Dianggap cara ampuh untuk membentuk perut bayi agar tidak kendor, alias kencang. Padahal gurita sering membuat pernapasan bayi tidak lega dan ujung-ujungnya bayi rewel terus menerus. Gurita juga dianggap sebagai biang keladi bayi meninggal dunia saat tidur karena ada tekanan besar dan intens pada bagian perut dan paru-paru.

Sarung tangan dan kaki

Pemakaian sarung tangan dan kaki boleh-boleh saja. Tetapi bila berlangsung lama akan mengganggu perkembangan motorik bayi. Sarung tangan dan kaki dikenakan untuk menghangatkan atau menghindari cakaran kuku bayi itu sendiri. Padahal bila kuku dirawat dengan benar, sarung tangan dan kaki sudah tidak diperlukan lagi. Biarkan saja bayi bergerak dan memegang benda-benda untuk menambah sensitivitasnya.

Menangis karena lapar

Anggapan yang menilai bayi menangis karena lapar sudah begitu mengakar kuat. Maka bayi pun harus segera mendapat asupan makan. Pisang dan nasi paling banyak diberikan. Anggapan tersebut salah kaprah, sebab bayi menangis bisa disebabkan oleh banyak hal. Memberi makan di usia sebelum enam bulan sangat berbahaya, apalagi langsung memberi makanan padat dalam porsi besar. Ancamannya bisa serius, yaitu gangguan pada usus yang belum siap mencerna.

Harus dipijat

Satu lagi mitos yang masih dipegang kuat-kuat. Bayi baru lahir wajib dipijat kepala dan seluruh badannya. Tak apa bila dilakukan oleh ahlinya, terapis yang sudah teruji dan kompeten. Pijat pada bayi tak boleh dilakukan serampangan, sebab tulang-tulangnya masih rawan. Terutama tulang bagian kepala, yang sebenarnya akan terbentuk sempurna dengan sendirinya tanpa perlu dipijat. Pijat boleh saja asal sifatnya untuk menenangkan dan membuat rileks. Tapi bila untuk membentuk bentuk tubuh, sebaiknya hindari saja. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments