13

Merawat Ingatan, Cegah Demensia

Daya berpikir manusia semakin menurun seiring bertambahnya usia. Namun tentu ada upaya pencegahan mengantisipasi demensia cepat datang. Yaitu aktivitas ringan tetapi membuat otak aktif bekerja.

Demensia, atau yang terkenal dengan sebutan pikun, pada dasarnya wajar terjadi. Umumnya karena otak pasif. Fisik kurang optimal bergerak, dilanda stres, tidur yang minim, ada gangguan amnesia, trauma hebat, serta efek samping konsumsi alkohol dan narkoba, menjadi penyebab demensia cepat menghinggapi otak.

Sedang seseorang yang mulai dilanda pikun akan menunjukkan beberapa gejala. Mulai dari lemot (lemah otak), sulit diajak berpikir serius, daya ingatnya pendek, dan mudah lupa pada hal-hal yang melekat pada dirinya.

Senam otak

Senam otak sangat bervariasi. Namun intinya mengajak otak berkonsentrasi, lalu menggerakkan anggota tubuh sesuai perintah yang diinginkan. Misalnya menggerakkan jari tangan secara bergantian. Kelingking di tangan kanan digerakkan ke kiri dan telunjuk di tangan kiri ke arah kanan. Lakukan berulang-ulang dan terapkan pula pada gerakan kaki. Sedikit sulit, tapi bila sudah terbiasa akan membuat pikiran lebih rileks.

Asah otak

Biasakan otak bekerja sedikit berat, tetapi tidak membuat stres. Latihan menghadapi persoalan yang rumit sekaligus memikirkan strategi sebagai jalan keluar. Seperti teka-teki silang yang membutuhkan jawaban berupa kata-kata, menyusun puzzle, merancang tak tik menjatuhkan lawan dalam permainan catur, atau mengurutkan warna yang sama dalam kubus rubik.

Selain itu Anda juga bisa menjajal soal-soal yang banyak disuguhkan dalam buku Tes Potensi Akademik (TPA) maupun bentuk soal-soal lainnya. Sederet langkah-langkah tadi efektif menghalau demensia datang, ketimbang membiarkan otak terus menerus berada dalam kondisi diam.

Baca buku

Membaca tidak hanya menambah wacana, namun juga membiasakan otak berpikir. Mengikuti jalur isinya, mengamati, menganalisis, sampai menyimpulkan tulisan pengarang. Jangan berhenti saat menemukan kata-kata yang susah dimengerti. Anda bisa membuka kamus atau bertanya pada yang lain. Buku juga mengenalkan imajinasi yang tumbuh dari bayangan otak itu sendiri.  

Berhitung

Jangan tergantung pada kalkulator. Budayakan menghitung nominal aktivitas sehari-hari berbekal dari otak sendiri. Akan lebih baik lagi bila hitung menghitung bersifat ganda. Hanya berada di angan-angan saja tanpa perlu membuat coretan sama sekali. Latihan menggunakan sempoa juga bagus sekali karena turut mengajak otak memikirkan hasil akhir hitungan.

Review peristiwa

Ajak otak merunut kronologi peristiwa atau cerita yang telah terjadi. Mengungkap kembali ke permukaan berikut detailnya. Menyebutkan kembali waktu yang tepat dan siapa saja tokoh yang bermain. Peristiwa lampau yang telah lama berlalu maupun kejadian yang baru saja terjadi bisa menjadi pilihan. Lalu minta feedback dari orang lain bagaimana hasil kerja ingatan Anda.

Interaksi sosial

Di samping menambah teman, interaksi sosial juga manjur merawat ingatan. Melibatkan diri sendiri berkecimpung dalam lingkungan sekitar atau membantu masalah orang lain. Membiarkan diri sendiri melihat, mengalami, menganalisis, serta bergesekan dengan aneka bentuk interaksi. Mencari solusi untuk tiap konflik yang berbeda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments