08

Menghadapi Anak yang Suka Membantah

Jangan emosi bila anak mulai suka memberikan bantahan atau cari-cari alasan. Memang menjengkelkan, tapi sebagai orang tua yang baik, kita harus mengambil langkah yang tepat. Meninggalkan dampak yang efektif dan positif.

Anggap saja bantahan dan cari-cari alasan sebagai bagian dari tumbuh kembangnya. Tingkah unik yang mulai ditunjukkan seiring pertambahan usia. Mengingat di umur dua tahun rangkaian saraf di otak mulai menyatu. Anak cepat menangkap gambaran dan menyimpan memori dengan kuat. Mulai menunjukkan rasa tertarik atau menolak apa yang dia kurang suka.

Sayangnya banyak orang tua tanpa berpikir panjang langsung spontan marah melihat sikap anak-anaknya. Biasanya terjadi karena orang tua belum siap, berada dalam situasi terburu-buru, tidak sesuai harapan, dan di luar dugaan sama sekali. Apalagi anak-anak yang lebih dewasa setiap saat serasa pintar melawan balik dan pandai menyampaikan alasan kuat tak terbantahkan.

Memaksa anak mengikuti pandangan kita mungkin bisa dilakukan. Tapi hasilnya instan. Tidak berkelanjutan di masa-masa mendatang. Bukan cara yang mengena, apalagi bermakna.

Akar permasalahan

Temukan akar permasalahan yang membuat anak berperilaku seperti itu. Apakah dia sedang sakit, banyak persoalan lain, atau memang permintaan yang orang tua ajukan tidak sesuai dengan minatnya sama sekali. Erat tidaknya hubungan antara orang tua dan anak juga memiliki relasi kuat terhadap adanya bantahan atau tidak.

Jika selama ini intensitas interaksi kurang hangat, anak juga merasa tidak dekat. Langsung kontra terhadap permintaan orang tua.

Bagaimana cara Anda berbicara?

Renungkan kembali gaya berbicara dan intonasi suara yang Anda gunakan. Barangkali gaya memerintah ala militer lebih sering dipakai, sehingga pertanyaan ringan sekalipun bagi anak terasa seperti tantangan yang luar biasa sulitnya. Berbeda dengan suara yang lemah lembut dan ajakan yang menenangkan. Lebih mudah diterima tanpa harus ada penolakan di fase awal. Meminalisir pula resistensi dan permusuhan dengan orang tua sendiri.

Saling mendengarkan

Agar anak mau mendengarkan, dengarkan dulu alasan yang dia kemukakan. Beri contoh riil yang bersumber langsung dari Anda. Dengarkan detail alasan dan mengapa anak membantah. Tunggu sampai dia selesai bernarasi tanpa ada interupsi. Setelah itu, minta kesempatan untuk Anda bergantian menceritakan alasan mengapa menginginkan anak berbuat tertentu. Sehingga masing-masing pihak dapat mencerna maksud dan harapan di antara keduanya.

Jangan paksakan kehendak

Tenangkan diri menghadapi pilihan anak yang berbeda. Bagaimanapun rasa tidak sukanya pada keinginan mereka, jangan sekali-kali memaksakan kehendak. Hargai dan beri kesempatan anak menjalani pilihannya. Sudah banyak cerita negatif saat orang tua hanya ingin anak-anak mengikuti kemauannya. Di mana tentu tak ingin kita teruskan pada anak-anak sendiri.

Temukan kesepakatan dan konsisten

Temukan kesepakatan sebagai jalan tengahnya. Keputusan yang dipatuhi bersama dan dilaksanakan secara konsisten. Diterapkan saat berada di rumah maupun di luar. Tetap dijalankan saat bersama orang tua dan bersama anggota keluarga lainnya. Kesepakatan yang membangun kesadaran, bukan menakut-nakuti atau yang mengandung ancaman bila anak tidak mematuhi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments