22

Mengenalkan Makna Berbagi pada Si Kecil

Idul Adha telah tiba. Berbagi daging kurban pada yang membutuhkan menjadi pemandangan yang rutin tiap tahunnya. Mungkin bagi anak muncul rasa keheranan dan tanda tanya. Mengapa berbagi harus dilakukan? Saatnya orang tua membantu mengenalkan tentang maknanya.

Berbagi memang menguntungkan orang lain. Namun tetap membawa manfaat pada diri sendiri. Menjadi cermin rasa syukur atas kelebihan yang dimiliki. Kenikmatan yang belum tentu bisa dirasakan oleh yang kita beri.

Dari memberi, ada konsep ketergantungan sebagai makhluk sosial yang perlu dijaga. Anak dan juga orang tua membutuhkan orang lain, sebagaimana orang lain membutuhkan kehadiran kita. Sama-sama perlu melakukan tolong menolong, berkasih sayang, dan membangun hubungan interpersonal yang manusiawi.

Namun, umur berapa tepatnya anak mulai memahami arti berbagi? Beberapa psikolog anak dan ahli parenting menyarankan pasca umur dua tahun. Di mana anak mulai mengerti kepemilikan dan ingin memberi pada orang-orang di sekitar. Sedang di rentang usia satu sampai dua tahun, anak akan menganggap materi, benda, dan semuanya sebagai miliknya secara tunggal. Reaksinya cenderung berteriak atau menangis saat merasa benda miliknya dipegang oleh yang lain.

Contoh nyata

Penting untuk memulainya dari keluarga. Anak perlu mendapat contoh nyata yang dilakukan oleh orang tuanya. Menyaksikan sekaligus meresapi rasa memberi. Melihat bagaimana mengawali, mengutarakan niat, menggunakan kata-kata yang tepat, dan membangun suasana yang hangat. Merasakan relasi yang berkelanjutan setelah adanya aksi beri memberi, misalnya muncul rasa gembira pada yang diberi.

Jangan memaksa

Turunkan ekspektasi orang tua bahwa anak akan langsung mengikuti. Apalagi memaksa anak menuruti kemauan Anda untuk berbagi saat itu juga. Biarkan anak berpikir dan menyelesaikan masalah pada dirinya. Mengapa dia mesti berbagi, siapa yang akan diberi, seberapa banyak, dan apa saja yang akan dibagi. Berikan waktu dan kesempatan sampai anak mempunyai keputusan dan memulai tindakan berbagi dengan riang.

Hargai cara yang dipilihnya

Hargai cara yang dipilih sebagai ekspresi berbagi. Barangkali anak ingin mengawali dengan mengungkapkan terlebih dulu pada orang tua, atau langsung mengeksekusi niatnya tanpa langsung berkata-kata. Mungkin juga dia ingin berbagi setelah dia selesai memenuhi kebutuhannya. Seperti setelah puas bermain, setelah kenyang, setelah dia bisa memaafkan perbuatan temannya, menunggu waktu liburan tiba, dan lainnya.

Pesan dari buku dan film

Agar anak semakin gemar berbagi, pesan moral dari buku dan film akan sangat membantu. Konsumsi sehat yang menanamkan kecintaan berbagi lebih dalam pada sesama. Meresapi berbagai interaksi adegan dan dampak yang ditimbulkan. Menunjukkan kepedulian yang telah dilakukan orang lain dari isi cerita. Semakin membuatnya akrab dengan kepedulian.

Sukarela dan menumbuhkan kesadaran

Tujuan akhir dari mengajarkan berbagi adalah menumbuhkan kesadaran dan sukarela. Bukan karena dipaksa atau hanya ingin meniru orang lain saja. Tetapi muncul dari keinginan diri sendiri dan ikhlas dalam implementasinya. Niat memberi yang bersumber insting dan nurani. Jadi, orang tua mesti memberikan cara-cara sehat yang menimbulkan dampak berkelanjutan jangka panjang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments