25

Menegur Tetangga yang Suka Gaduh

Tetangga suka gaduh memang mengganggu. Tak bisa dibiarkan karena akan menjadi kebiasaan yang merugikan. Gunakan langkah yang bersahabat, agar tidak terjadi konflik dengan tetangga sendiri.

Gangguan yang bersumber dari tetangga bisa beraneka rupa. Biasanya dalam bentuk suara yang terlalu keras. Seperti menyetel musik dalam volume tinggi atau kerap berteriak-teriak tanpa mengenal waktu. Aktivitas anggota rumahnya, khususnya anak-anak yang suka bermain, juga dapat dikategorikan sebagai gangguan. Perkumpulan yang sering berupa pesta atau reuni dengan diiringi suara tawa dan terkesan huru hara, adalah contoh lainnya.

Ada pula yang berwujud suara-suara tak nyaman. Bentakan, jeritan tangis, bunyi barang-barang terlempar, sebagai imbas percekcokan suami istri. Atau bunyi berisik renovasi rumah yang tak mengenal waktu.

Akhirnya tinggal di rumah sendiri, tapi tak nyaman sepenuhnya. Berikan peringatan bahwa tetangga perlu mengindahkan kebutuhan kita akan ketenangan dan kesunyian.

Awali dengan perkenalan

Segan untuk menegur karena tak begitu mengenal atau tidak akrab bukan halangan. Atasi dengan perkenalan diri. Menyebut nama dan asal usul. Obrolan basa basi untuk memulai maksud yang masih tersembunyi. Namun kiat efektif untuk mencairkan suasana. Tidak langsung menyerang dan tidak merusak relasi yang ada.

Pura-pura ingin tahu ada apa

Lalu lanjutkan dengan sikap ingin tahu. Berpura-pura ingin mengetahui kejadian apa yang telah terjadi. Meski tanpa dijelaskan Anda telah mengerti. Dari sedikit pertanyaan saja, mungkin sudah memantik ke arah mana maksud Anda. Mungkin sebelumnya dia yang tidak merasa, kini mulai menyadari kebiasaannya yang mengganggu.

Kembali pada niat Anda bertamu

Jika tetangga tak juga merasa, saatnya to the point. Utarakan niat langsung, lugas, dan tanpa ada lagi basa basi. Sebutkan keengganan Anda merasakan kegaduhan dengan alasan yang kuat. Ada bayi yang perlu tidur pulas, mengidamkan tidur nyenyak di malam hari dan akhir pekan. Sampaikan dalam bahasa yang sopan, senyum, dan mimik muka yang terkesan santai. Sehingga tetangga pun bisa menerima tanpa merangsang emosinya keluar lebih dulu.

Gunakan jasa mediator

Namun bila tak ada niat sama sekali memperbaiki diri, Anda tak salah untuk menggandeng jasa mediator. Pihak ketiga yang punya wewenang menghasilkan solusi nyata dan berkelanjutan. Dipatuhi sekarang maupun di masa mendatang. Seperti ketua RW, tetangga yang dituakan  (senior), sekuriti, sampai kepolisian.

Tak perlu dibalas

Jangan putus asa jika hasil di luar harapan. Alias kegaduhan masih terus berlanjut dan entah berakhir kapan. Tak perlu dibalas pula dengan tindakan yang serupa. Bukan membenarkan perbuatan tetangga, tapi terima sebagai pembelajaran diri. Menghadapi gangguan dengan dewasa dan alihkan perhatian pada hal-hal yang lebih berguna.

Batasi interaksi

Karena tidak ada toleransi, maka batasi interaksi. Cukup jalin hubungan sewajarnya saja, tanpa harus terlalu mendekatkan diri. Mengambil jarak guna menyelamatkan kesehatan jiwa diri sendiri. Namun tetap ringan tangan bila sewaktu-waktu mereka membutuhkan bantuan. Balasan ampuh bagi mereka yang tak mau mengerti indahnya merawat kehidupan bertetangga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments