24

Memimpin yang Lebih Senior

Membawahi para senior bukan perkara yang sederhana. Apalagi Anda datang sebagai orang baru yang berumur muda. Menjadi atasan mereka yang telah lebih dulu berada di sana. Bagaimana mengatasinya?

Walau budaya profesional semakin digenjot di mana-mana, namun tetap saja kita mengacu pada nilai-nilai ketimuran. Mendudukkan para senior sebagai pihak yang harus dihormati. Menjadi serba susah bila Anda yang masih muda tiba-tiba saja mesti memimpin mereka.

Kondisi kantor dapat bergejolak hanya karena faktor usia. Mengabaikan kemampuan dan otoritas Anda sebagai kepala. Belum sepenuhnya memulai sepak terjang, sudah gagal di tahap awal. Mengacaukan rencana kerja dan berpengaruh negatif pada performa.

Rasa segan dan hormat pada mereka memang harus tetap terjaga. Tapi jangan sampai menghalangi kemajuan bersama. Yakinlah Anda dan mereka bisa saling kerja sama.

Rendah hati

Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Jangan minder walau masih muda. Tepatnya yang perlu dilakukan ialah menahan diri untuk tidak terlalu show up. Menunjukkan pengalaman dan keahlian yang lebih kaya pada semua bawahan. Walau sebenarnya itu hak Anda untuk mengajak mereka lebih menggali potensi. Hindari pula sikap arogan dan cepat memutuskan secara sepihak tanpa meminta pertimbangan mereka.

Komunikasi yang sederhana

Gunakan komunikasi yang sederhana untuk menyampaikan opini atau materi. Ringkas ide-ide Anda dalam ilustrasi supaya mudah dipahami. Seperti maksud pengantar yang to the point, bahasa yang umum dipakai, dialog ringan, dan sebagainya. Sebab para senior lebih mengagumi pribadi yang sederhana tanpa perlu bertele-tele. Anda tinggal mengulangi aba-aba bila mereka menunjukkan tanda lupa, mengingat umur yang mereka punya.

Rebut hatinya

Rebut hati mereka dengan berbagai cara. Anda bisa memulai dengan mengajak makan siang bersama di luar kantor, menanyakan kabar dan kondisi keluarga, merayakan kesembuhan setelah keluar dari rumah sakit, memberi oleh-oleh, serta lainnya. Jalin hubungan yang lebih privasi lewat sentuhan-sentuhan pribadi, dan hatinya pelan-pelan akan menghargai Anda.

Hargai proses mereka

Jangan selalu terpaku pada hasil. Beri perhatian pada proses yang harus dilalui untuk mencapai target yang telah Anda buat. Mesti kadang cara yang ditempuh cukup unik dan berbeda. Misalnya geraknya lebih lamban, ide-idenya terlambat datang, terlalu banyak percakapan dalam meeting bulanan, dan masih banyak lagi. Selama mereka bisa berkarya, tidak ada salahnya Anda memberi apresiasi.

Siap dengan pertanyaan pribadi

Siapkan diri sendiri pada pertanyaan pribadi yang bisa datang kapan saja. Terutama umur berapa, yang terkadang serasa seperti serangan untuk menjatuhkan kemampuan kita sebagai seorang pimpinan. Jawab dengan penuh keyakinan atau membalasnya dengan bahan canda. Mencairkan suasana serta memastikan bahwa Anda tidak mudah tergoyahkan hanya karena pertanyaan ala kadarnya.

Tunjukkan Anda bisa

Buktikan kapasitas seseorang tidak bergantung pada usia semata. Pengalaman dan jerih payah usaha sebelumnya memang pantas mendudukkan Anda sebagai ketua. Pertahankan dengan meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Kedudukan tidak membuat terlena, namun memberi kesempatan untuk berkarya seluas-luasnya. Mendatangkan rasa respek dari bawahan pada kemampuan memimpin Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments