23

Langkah Sederhana agar ASI Lancar Keluar

Banyak faktor yang membuat air susu ibu (ASI) tersendat keluar. Untungnya, faktor penghambat tersebut bisa disingkirkan. Membuat ibu bahagia, adalah salah satu kunci ASI bisa mengalir deras. Meski begitu bukan berarti harus mengeluarkan biaya mahal. Ada banyak cara-cara yang sederhana untuk menyenangkan hati ibu menyusui demi kesehatan bayi.

“ASI memancar dari payudara karena adanya kerja hormon oxytocin. ASI bisa saja diproduksi dalam jumlah yang cukup, namun tidak lancar keluar dari payudara jika oxytocin berespon negatif,” terang Mia Ilmiawaty Sa’adah, founder dan konselor menyusui The Bubu Institute.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Oxytocin jadi negatif. Misalnya sikap ibu sendiri yang tidak siap untuk menyusui, payudara yang sakit, kurang dukungan dari keluarga, stres dan tertekan, kurang memahami pentingnya ASI, sampai sengaja tidak menggunakan ASI sama sekali. Tentu rugi, karena bagaimanapun ASI tetap merupakan makanan terbaik bagi bayi. Selain tentu lebih murah dan praktis diberikan di mana saja.

Bila ingin ASI lancar keluar, simak langkah sederhana berikut ini.

Support sejak awal

Memberikan dukungan artinya tidak memberikan tekanan. Bila sudah menjatuhkan pilihan pada ASI, maka penuhi kesepakatan bersama. Minimal suami dapat menjadi tameng untuk melindungi istri dari serangan atau perbincangan tak enak dari orang-orang sekitar. Berperan memecah konsentrasi agar tidak terfokus pada tekanan yang sedang dihadapi. Tindakan lainnya seperti memberi pijatan, menghidangkan menu kesukaan, memberi hadiah, memeluk, dan ekspresi cinta serta terima kasih atas perjuangan demi buah hati.

Menyusui dengan bahagia

Wajar bagi ibu baru, menyusui jadi pengalaman pertama dan unik. Karena tak biasa diisap, payudara jadi nyeri. Kadang sakit tergigit oleh gusi bayi. Apapun yang dialami tenangkan pikiran dan rileks selama memberi ASI. Karena rasa bahagia juga menular pada bayi.

Asupan bergizi

Satu lagi yang tak boleh dilupakan untuk membuat ASI deras memancar, yaitu menjaga asupan nutrisi ibu. Banyak-banyak mengkonsumsi sayuran hjau berserat tinggi, buah-buahan bervitamin, dan protein hewani yang cukup. Sebaliknya hindari makanan yang terlalu berlemak dan mengandung gula yang terlalu sering, karena berpengaruh negatif pada bayi.

Ibu menyusui juga cenderung mudah lapar sebagai indikasi ada penyerapan cairan oleh bayi. Badan jadi mudah lemas dan letih, belum lagi rawan jadi uring-uringan karena lapar. Oleh karena itu, segera kembali isi perut dengan makanan yang bergizi.

Hobi

Berikan kesempatan pada ibu menyusui untuk tetap melakoni hobi. Mungkin hobi bisa jadi pelampiasan setelah melewati serangkaian hari-hari yang melelahkan. Meninggalkan rasa kepuasan dan kembali pada anak dengan senyuman yang dalam.

Cukup istirahat

Lelah sudah pasti memengaruhi produksi ASI. Ambil alih pekerjaan harian di rumah dengan menyediakan asisten khusus. Otomatis ibu bisa beristirahat dan fokus untuk menyusui. Bila tak ada uluran tangan membantu masalah sehari-hari, bukan saja urusan menyusui terbengkalai, tapi juga memicu baby blues pada ibu. Ujung-ujungnya yang rugi tetaplah bayi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments