17

Kobarkan Nasionalisme Lewat Tempat Bersejarah

Indonesia menyimpan memori perjuangannya dalam berbagai bangunan. Di mana masih berdiri kokoh dan eksis hingga sekarang. Mumpung hari ini Hari Kemerdekaan, kobarkan kembali semangat kemerdekaan dan ingat lagi arti perjuangan.

Di antara bangunan-bangunan tersebut sebagian ada yang berdiri jauh sebelum kemerdekaan diraih. Ada pula yang sengaja diadakan untuk mengenang sekaligus menghormati mereka yang telah menyediakan alam merdeka. Banyak yang merupakan milik asli pribumi, namun banyak pula yang milik pemerintah kolonial Belanda. Saat merdeka, bangunan tersebut dinasionalisasikan jadi milik bangsa Indonesia.

Berkunjung ke tempat bersejarah mungkin bisa menjadi bagian pariwisata. Tetapi suguhan dan pajangan materi yang tampak di mata dan tersentuh oleh indera peraba mampu membawa rasa yang tak ternilai harganya. Membuat larut seolah kita ikut merasakan sendiri kala peristiwa sejarah tersebut terjadi di masa lalu.

Pun memberikan pesan yang begitu mendalam. Bahwa kemerdekaan harus mengorbankan nyawa. Terpisah dari orang-orang tercinta dan hidup dalam pengasingan. Membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hingga tak sempat lagi memikirkan kenikmatan bagi diri sendiri.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Di sinilah naskah proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno disusun. Museum ini awalnya merupakan rumah Laksamana Maeda, petinggi Jepang yang lebih simpati pada bangsa ini. Dengan penuh dukungan menyediakan rumahnya bagi para perumus bangsa mematangkan berbagai persiapan bagi esok hari. Yakni hari yang telah lama ditunggu-tunggu, kemerdekaan.

Di museum ini Anda juga bisa melihat langsung sebuah bunker rahasia. Tempat dulunya menyimpan barang-barang berharga sang laksamana. Penasaran? Datang saja ke Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Museum yang lain

Museum Gajah

Masih banyak museum perjuangan dan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Bahkan hampir setiap provinsi sepertinya menyajikan cerita kepahlawanan yang berbeda-beda. Ada Museum Multatuli di Lebak, Banten atau Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat. Museum Nasional Indonesia ini disebut juga dengan Museum Gajah yang posisinya berseberangan dengan tugu Monumen Nasional (Monas).

Museum yang tak kalah tenarnya adalah Museum Fatahillah di Kota Tua, Jakarta. Berupa bangunan khas kolonial dan menyediakan rekam jejak perjuangan yang begitu kental.

Taman Makam Kalibata

Makam ini dikhususkan bagi mereka yang telah berjasa. Para veteran tentara, anggota militer, pejabat tinggi negara, dan pahlawan nasional. Banyak veteran tentara Jepang yang berbalik melawan sekutu dan membela Indonesia juga dimakamkan di sini. Tak aneh jika peziarah dari Jepang kerap berdatangan untuk melihat makam leluhurnya. Pengunjung bisa melihat langsung daftar siapa yang telah dimakamkan lewat tulisan yang diukir indah di tembok marmer.

Rumah Pengungsian Bung Karno

Rumah pengungsian Rengasdengklok.

Sebelum mencapai kemerdekaan, masa muda Bung Karno harus dihabiskan di tempat-tempat pengungsian. Tempat yang sekarang masih terawat untuk mengenang jasanya yang begitu besar. Sebut saja di Ende, NTT dan Bengkulu yang masih dirawat dengan baik. Atau rumah pengungsian di Rengasdengklok yang memang dinyatakan sebagai tujuan wisata sejarah. Tidak hanya melihat fisik rumah, pengunjung juga dapat melihat barang-barang asli keseharian Bung Karno rapi terpajang seperti dahulu kala. (LAF)

 

Foto-foto: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments