26

Kiat Melatih Soft Skill Anak dari Rumah

Tambahkan soft skill pada anak dari rumah. Sebab materi tersebut sering tidak diajarkan di sekolah. Padahal merupakan penyeimbang pengetahuannya dan modal besar dalam masa tumbuh kembangnya.

Jika sampai terlambat atau tidak diajarkan secara intens, akan terasa ada yang kurang. Yakni cara merespon dan berinteraksi terhadap orang lain. Anak pun harus menanggung kerugian, baik sosial maupun dalam pergaulannya. Cenderung telat mandiri dan enggan mengemban tanggung jawab.

Alih-alih bisa diandalkan, anak tanpa soft skill akan selalu tergantung pada yang lain. Hindari dari sekarang dengan mengajarkan muatan materinya dari rumah.

Jangan terlalu banyak dilarang

Selama tidak membahayakan, biarkan anak bebas bergerak. Meraba, memegang, melihat, sampai bereksplorasi langsung. Memenuhi rasa penasaran dan menghapus misteri ingin tahunya. Anak jadi belajar menyikapi objek di depannya. Sehingga terlatih mudah dan tepat mengambil keputusan.

Mandiri

Dekatkan sifat mandiri sejak dini. Atur rutinitas harian sampai anak bisa melaksanakan tanpa komando. Mulai urutan aktivitas dan lama waktu yang dibutuhkan. Berikan bantuan secukupnya, selebihnya biarkan anak menyelesaikan tugas dengan keunikannya sendiri. Dapat dipastikan, anak lebih tangguh, daya tahan lebih kuat, dan percaya pada kemampuannya.

Biarkan mengatasi konfliknya sendiri

Biarkan dia mengatasi konfliknya sendiri. Perang mulut yang sering terjadi antar saudara atau teman. Maupun perang batin yang berkecamuk dalam pikirannya. Orang tua bisa memberikan berbagai solusi yang bisa diambil. Sertakan pula penjelasan tentang konsekuensi yang mengiringinya. Selanjutnya, serahkan anak memilih jalan keluar dan risikonya. Sekaligus memberikan kesempatan mengambil hikmah dari pengalaman di masa lalu agar tidak terulang kembali.

Berinteraksi dengan berbagai pribadi

Jangan batasi dengan siapa dia harus berinteraksi. Beri kepercayaan padanya agar bisa menjalin relasi dengan berbagai kalangan. Pribadi yang banyak jenisnya akan baik untuk memperkaya dunia pergaulannya. Bentengi dengan batasan yang jelas, supaya anak bisa membedakan mana yang bisa ditiru dan mana yang tidak.

Biasakan bercakap dengan sopan dan responsif

Biasakan ada reaksi untuk menanggapi aksi. Merespon setiap pembicaraan atau pertanyaan yang diajukan. Dengan penuh minat dan perhatian. Lengkapi dengan penggunaan bahasa yang sopan. Kebiasaan yang sangat disegani saat kelak anak mengadakan kontak dengan orang lain. Poin plus mudah disematkan pada pribadinya.

Hargai pilihannya

Langkah lainnya adalah menghargai pilihannya. Pilihan pada model mainan, baju, sekolah, hobi, desain kamar, dan sebagainya. Walau orang tua kurang berkenan, jangan langsung dicela. Tanya alasan dibaliknya dan ubah sudut pandang pada kepentingannya. Hasilnya, anak lebih mudah menyesuaikan diri, supel, dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Keuntungan berlipat ganda dibanding anak yang tidak pernah diberi kesempatan menentukan pilihannya sendiri.

Berbagi

Gemar berbagi dari materi hingga energi. Contohnya saja mainan dan baju yang sudah tidak     dipakai untuk disumbangkan pada panti asuhan. Ringan tangan membantu orang tua dan saudara menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Menjadi jalan untuk menanamkan rasa empati dan simpati pada masalah orang lain. (LAF)

 

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments