16

Jenis Usaha yang Mulai Suram

Bisnis tidak selalu menunjukkan cahaya yang terang. Oleh sebab itu, bisnis harus terus dinamis dan mengikuti pergerakan zaman. Beberapa jenis usaha ada yang sudah mulai tergerus oleh zaman, sehingga bila tidak dilakukan inovasi bisa meredup.

Kencangnya laju perdagangan online disebut-sebut sebagai biang keladinya. Menggerus mereka yang tak mau berubah dan mempersempit akses pekerja yang tak mau berinovasi. Tren terus berganti, begitu pula animo masyarakat yang ingin pelayanan cepat tanpa bertele-tele. Bila tak bisa mengikuti arusnya, niscaya kita akan tertinggal jauh di belakang.

Begitu pula dengan usaha-usaha berikut ini.

Supermarket

Jaringan supermarket sudah keluar dari masa keemasannya. Dulu orang beramai-ramai mendatangi dan bangga berbelanja di sana. Bukan saja bentuk fisiknya yang tutup, harga saham pun banyak yang anjlok. Kini orang tinggal duduk dan menekan mouse, barang dapat sampai sendiri ke rumah. Tak perlu antre di kasir atau berat-berat mengangkat barang belanja.

Toko elektronik

Nasib sama juga dialami toko elektronik. Penjualan menurun drastis, karena orang beralih membeli lewat dunia maya. Pusat-pusat perdagangan khusus barang elektronik dan telepon genggam sudah tak lagi ramai seperti dulu.

Koran

Bisa ditebak, mungkin koran dalam beberapa tahun ke depan tinggal sejarahnya saja. Untuk mendapat informasi, masyarakat tinggal membuka portal berita online. Lebih update, meski belum tentu akurat, dan yang pasti bisa diakses kapanpun.

Toko buku

Tingkat melek literasi semakin meningkat, tetapi berbanding terbalik dengan keberlangsungan hidup toko buku. Banyak yang bertahan dengan cara menambah barang dagangan selain buku dan menyediakan tempat nongkrong, berupa coffee shop atau lainnya. Namun akhirnya jadi ambigu. Tidak lagi mengutamakan buku sebagai komoditas utama.

Transportasi konvensional

Sudah tak diragukan, transportasi online telah menjadi raja jalanan saat ini. Dapat dikatakan menduduki kebutuhan primer untuk menghubungkan dinamika masyarakat setiap hari. Pelan tapi pasti, meredupkan kejayaan transportasi konvensional dengan segala kelebihan atau kekurangannya.

Ritel

Umur ritel seperti di ujung tanduk. Barang tak laku dijual, laba tak mampu menutup utang, nilai saham tak lagi dilirik investor. Jaringan ritel nasional maupun internasional menunjukkan fenomena yang sama. Ritel harus bertransformasi agar dapat menyedot kembali konsumen.

Hotel

Hotel juga mesti hati-hati. Kalah bersaing dengan situs penginapan yang menawarkan rumah pribadi, sebuah kamar, atau losmen kecil dengan harga rendah. Alternatif luar biasa bagi yang suka melancong tapi ingin hemat ongkos penginapan. Akibatnya hotel mewah dengan fasilitasnya yang wah, bukan lagi pilihan utama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments