16

Jatuh Cinta Saat Travelling, Perlu Serius atau Tidak?

Jatuh cinta bisa terjadi di mana dan kapan saja. Tidak terkecuali saat berwisata. Namun kadang memang meragukan. Haruskah ini berlanjut ke jenjang yang serius atau sekadar kagum semata?

Perasaan tersebut sering kali terjadi saat dua sejoli bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Apalagi saat Anda dan dia sama-sama melakukan solo travelling. Merasa senasib, lalu memutuskan untuk mengunjungi banyak tempat berdua saja.

Di sela-sela interaksi dan percakapan, muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Senang, terasa damai, lebih santai, ingin terus bersama, semua indah dipandang, dan sebagainya.

Lalu waktu travelling pun berakhir. Anda dan dia mesti berpisah. Perasaan cinta yang telah sempat mendatangi apa juga harus diakhiri? Tergantung diri Anda sendiri, apakah bisa menjawab pertanyaan berikut ini.

Apa Anda nyaman dengannya?

Pertanyaan pertama. Apakah Anda memang nyaman saat bersama dia? Tidak ada paksaan atau harus mengalah terus menerus demi merebut hatinya? Apakah Anda bisa menjadi diri sendiri? Hasilkan jawaban dari lubuk hati yang paling dalam.

Apa Anda telah benar-benar mengenalnya?

Nama yang sebenarnya, pekerjaan, siapa keluarga, hobi, masa lalu, cita-cita ke depan, di mana alamatnya, nomor telepon, dan sebagainya. Pikirkan kembali apakah Anda berdua memang sudah saling mengenali. Atau selama ini hanya obrolan-obrolan serba lalu yang tak menyimpan informasi sama sekali.

Apa Anda bisa menjembatani perbedaan yang ada?

Anda dan dia pasti memiliki perbedaan. Mungkinkah Anda membangun jembatan penghubung untuk menyatukan? Sekaligus mempertahankan jembatan ini demi kelanggengan relasi yang lebih panjang. Bila tidak, pikirkan kembali untuk merajut hubungan serius dengannya.

Apa ada pembicaraan untuk serius?

Sebelum berpisah, ingat-ingat lagi apa ada komitmen yang perlu dipegang berdua? Misalnya komitmen untuk bertemu kembali, komitmen untuk saling menghubungi, dan komitmen untuk lebih mengenal satu sama lain. Atau mungkin dia tidak mengucapkan kata-kata serius, tapi memberikan tanda-tanda. Di mana berarti lampu hijau buat Anda.

Jika sekiranya tidak ada sinyal serius, coba Anda hubungi melalui jaringan pribadi. Lihat bagaimana reaksi yang diberikan. Kala terasa biasa bahkan tak sehangat ketika bersama, tandanya dia memang tidak ingin serius dengan Anda.

Apa Anda bisa membayangkan hidup dengannya?

Bayangkan hidup bersamanya. Entah dia yang kemari dan tinggal di lingkungan Anda. Atau Anda yang justru tinggal di tempat asal usulnya. Menghabiskan waktu berdua, membuat tawa, mengatasi susah bersama, juga menghadapi aneka tantangan yang tidak mudah lainnya. Mengisi hari-hari sembari menikmati kebiasaannya dan juga keunikan dari diri Anda. Termasuk bayangan akan pekerjaan yang harus Anda ambil setelah memutuskan hidup dengannya.

Apakah ini cinta?

Benarkah ini cinta? Bukan perasaan senang untuk sebentar saja. Perasaan yang hanya terjadi karena saat liburan Anda membutuhkan teman? Atau jangan-jangan, ada perubahan yang signifikan pada diri sendiri setelah berpisah dengannya. Selalu teringat, ingin mengetahui kabarnya setiap hari, merencanakan untuk segera bertemu kembali. Coba renungkan kembali dan jangan terburu-buru. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments