28

Ikatan Tak Tertulis Seputar Jasa Titip

Layaknya transaksi jual beli, jasa titip saat teman berwisata juga ada normanya. Tidak sekadar memenuhi barang permintaan dan membayar kewajiban, kedua pelaku yang terikat perjanjian wajib memperhatikan aturan yang lain.

Ya, umumnya jasa titip ditawarkan berbarengan dengan peristiwa tertentu. Ketika sedang liburan, pameran produk, atau saat mudik ke kampung halaman. Produk khas semacam makanan atau barang kerajinan yang sulit didapat di daerah lain menjadi iming-iming yang menggiurkan. Penawar jasa mendapat keuntungan yang berlipat ganda sembari menikmati agendanya.

Sedang peminta jasa pun diuntungkan. Tanpa harus mendatangi lokasi, barang yang diinginkan bisa dinikmati. Walau kadang konsekuensinya, harga yang dibayar lebih mahal. Namun tak mengapa, asal rasa penasaran jadi terpuaskan.

Jalinan interaksi ini biasanya terbentuk pada mereka yang saling mengenal. Antar teman atau tetangga. Tetapi ada pula yang terjadi karena pemasangan informasi di media sosial, tanpa perkenalan pribadi lebih dulu. Dari penawaran berlanjut ke pesan pribadi. Begitu kembali, barang segera diantar ke tangan pemesan.

Agar setelah transaksi hubungan keduanya tetap aman, perhatikan etikanya. Memahami aturan tak tertulis dalam jual beli yang unik ini. Agar kelak saat ingin mengadakan transaksi kembali, tak perlu ada ragu untuk saling menghubungi.

Perhatikan jenis barang

Pembuka layanan jasa titip biasanya memberikan batasan jenis barang. Tertentu dan terbatas saja. Lakukan pemesanan untuk barang yang sudah ditentukan. Bukan di luar jangkauan, apalagi yang sulit ditemukan. Termasuk penting memperhatikan bentuk dan ukuran barang, apakah mudah dibawa atau tidak. Karena seringkali jasa titip dibuka bukan sebagai pekerjaan utama, tetapi sebagai sampingan saja.

Cara pembayaran

Tanyakan mekanisme pembayaran. Menyerahkan uang pangkal di awal atau dibayar lunas begitu barang sudah siap dikirimkan. Ada baiknya Anda menanyakannya, sebab mungkin uang di muka bisa menjadi jaminan. Garansi menanamkan kepercayaan bahwa Anda serius menginginkan barang. Di pihak sana menjadi pegangan perwujudan permintaan jadi kenyataan. Setelah itu, baru Anda dapat menuntaskan kekurangan yang belum dibayar.

Berat pesanan

Semakin banyak peminat, tentu semakin membuat senang pemilik jasa titip. Namun sadari sejak awal agar tidak membuat repot. Khususnya ketika dia harus bepergian sendiri. Titip saja jumlah barang yang tidak melebihi kuota. Atau mau ikut menanggung biaya bagasi jika diminta.

Kondisi di luar dugaan

Saat terjadi kondisi di luar dugaan, segera beri kabar. Misalnya barang tidak ditemukan, harga telah naik tanpa sepengetahuan, mengalami kerusakan di tengah jalan, dan sebagainya. Bentuk tanggung jawab dari penyelenggara jasa.

Sebaliknya, penerima jasa juga harus aktif konfirmasi. Mengabarkan perubahan keinginan, apabila memang ada. Seperti menambah jumlah variasi produk atau keinginan lainnya. Solusi pun lebih cepat ditemui untuk kebaikan keduanya.

Garansi masing-masing pihak

Tunjukkan bahwa masing-masing pihak memiliki niat yang baik. Pelaku jasa titip tidak sekadar mengobral janji memenuhi, penerima barang tidak membatalkan janji di tengah-tengah transaksi. Atau menolak menerima tanpa disertai alasan yang jelas. Sudah pasti merugikan, dan tentu menurunkan rasa kepercayaan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments