27

Hindari Toksin dalam Relasi Kerja

Racun dalam relasi kerja bisa memapar siapa saja. Tidak terkecuali diri Anda. Datang dari rekan-rekan atau atasan yang tentunya sangat merugikan. Hentikan racun secepatnya agar tidak semakin menyebar.

Berhubungan dengan toxic person umumnya menghasilkan toxic relationship. Mereka gemar menyalah-nyalahkan, merasa paling benar, bermuka dua, suka mendominasi, memaksakan kehendak, mencampuri urusan pribadi, membebankan tugas yang merupakan kewajibannya, menebar fitnah, suka bergosip, dan masih banyak lagi.

Hasilnya, Anda dan teman yang terpapar racun akan dilanda stres dan frustrasi. Bahkan gara-gara toxic dalam relasi kerja, seseorang kerap memutuskan untuk segera hengkang dari kantor.

Identifikasi kembali hubungan Anda saat ini. Serta kenali bagaimana interaksi satu sama lain berjalan selama ini.

Jaga kesehatan mental

Menjaga kewarasan mental sangat penting. Wajar meratapi racun yang telah memasuki pikiran sejauh ini, namun jangan sampai terkena efek sampingnya. Apalagi terlarut dalam arus permainan yang dijalankan oleh rekan. Sampai tidak mempunyai kontrol pada diri sendiri. Tetap fokus pada kewajiban Anda di kantor, karena itu lebih penting. Atau lampiaskan pada hal-hal yang benar, misalnya berolahraga ringan setelah pulang kerja, menekuni hobi, berbelanja sebentar, berburu kuliner, dan sebagainya.

Tetap jadi diri sendiri

Lawan dengan tetap menjadi diri sendiri. Menerapkan prinsip yang sudah jadi pegangan. Tujuannya, menetralisir racun mendominasi dalam diri. Sekaligus menjadi cara ampuh untuk melawan rekan yang senang menekan lewat cara-cara tak terpujinya.  Sehingga rekan mengetahui bahwa Anda bukan pribadi yang mudah dipengaruhi sesuka hati.

Batasi kontak emosional

Relasi memang tidak bisa dihindari, tetapi batasi interaksi yang mengandung unsur pribadi. Seperti lebih baik makan siang sendiri atau bersama rekan-rekan yang lebih menginspirasi, tidak hangout bareng, tidak perlu membuka masalah keluarga di depannya, serta lainnya. Jika dia mengajak untuk pergi bersama, tolak dengan cara yang halus dan elegan.

Profesional

Lalu pilah-pilah kembali mana urusan kantor yang perlu diindahkan, dan mana urusan pribadinya yang perlu diabaikan. Seringnya toxic person akan membuat kamuflase seolah-olah semua penting untuk dikerjakan. Membuat beban semakin menumpuk atau terkadang membuat kita lupa akan porsi pekerjaan yang lebih urgen. Tegaskan jika kenyataan menunjukkan aba-aba yang diberikan tidak terkait dengan urusan pekerjaan secara resmi. Memasang etika profesionalisme guna menolak toxic lebih ampuh sebab kita menggunakan jalur yang legal.

Ingatkan

Jangan diamkan, namun ingatkan. Tegur dengan berterus terang bahwa sikapnya sudah membawa efek tak menyehatkan pada kinerja Anda. Juga pada rekan-rekan yang lain, yang mungkin selama ini lebih memilih diam. Ingatkan, sebaiknya dia mengubah perilaku atau akan ada konsekuensi yang kelak harus ditanggung.

Temui konselor

Temui konselor atau pihak ketiga jika Anda sudah tak tahan lagi. Dapat para psikolog yang netral akan membantu memikirkan jalan keluar. Atau bagian kepegawaian yang bisa memediasi masalah Anda. Pilih pihak yang tepat, mempunyai wewenang, sembari tetap menghasilkan keputusan yang bisa mengikat teman Anda yang bermasalah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments