22

Cara Diet Plastik dari Rumah

Minggu (22/4) kemarin adalah Hari Bumi. Sudah selayaknya kita turut berkontribusi nyata dengan mengurangi sampah plastik. Kita bisa memulainya dari rumah. Tindakan yang sederhana, namun bila dilakukan bersama-sama akan menumbuhkan kesadaran dalam skala massal.

Plastik memang amat memudahkan hidup manusia. Ringan, kuat, dan tahan lama. Telah menjadi bagian keseharian dalam tiap lini kegiatan. Namun, plastik juga banyak meninggalkan persoalan. Amat menolong tapi menggerogoti kesehatan diam-diam. Baik kesehatan diri sendiri maupun lingkungan.

Plastik adalah jenis sampah yang tersulit dimusnahkan. Secara alami dia baru terurai dalam 200 hingga 1000 tahun di dalam tanah. Jika menggunakan jalan instan, seperti dibakar, akan menghasilkan bahan berbahaya dalam asapnya. Ini sangat merugikan orang-orang yang menghirupnya atau yang bermukim di sekitarnya. Bila masuk ke area laut atau sungai, kerap menjadi penghalang hidup para binatang di dalamnya. Mengerikan bukan?

Sebaliknya, rumah tangga juga sering tidak menyadari telah menyumbang sampah plastik yang besar. Jika tidak dikurangi dari sekarang, entah bagaimana keadaan lingkungan pada tahun-tahun mendatang. Mari ubah perilaku kita dalam berinteraksi dengan plastik, demi anak-anak dan generasi selanjutnya.

Bawa tas belanja

Kampanye membawa sendiri tas belanja sudah banyak didengungkan. Betapa tidak, satu orang keluar dari sebuah supermarket bisa menenteng tiga kantong plastik. Dalam hitungan setengah jam, tas plastik tersebut sudah menjadi sampah. Alias terbuang begitu saja. Belum lagi plastik-plastik yang membungkus suatu produk juga sering terbuang begitu saja. Mudah terbuang, tapi tak mudah mengurainya.

Jika sekiranya produk yang dibeli berukuran mini, cukup katakan pada kasir bahwa Anda tak perlu kantong plastik. Sebab produk sudah tertampung saku atau dapat disimpan langsung di tas.

Wadah makanan dari rumah

Begitu pula saat jajan atau membeli makanan di luar. Daripada menghabiskan plastik berlapis-lapis, lebih baik bawa wadah sendiri dari rumah. Mengurangi sampah langsung dari pedagang, juga menjaga kesehatan diri sendiri. Plastik yang bersentuhan langsung dengan panas, akan menghasilkan zat racun yang tak bagus bagi tubuh.

Kurangi kemasan plastik

Jalan lainnya adalah mengurangi konsumsi kemasan plastik. Anda dapat membeli produk dalam kemasan besar ketimbang sachet, memilih botol minuman yang bisa didaur ulang, menolak kemasan dalam stereofoam. Anda juga bisa meminimalisir penggunaan sedotan,  plastik ukuran sekilo atau lebih dalam berbagai kegiatan.

Daur ulang

Daur ulang plastik yang ada di rumah. Selain mengurangi tumpukan plastik, Anda bisa mengasah kreasi dengan anak-anak. Berawal dari barang tak berguna, berubah fungsi jadi barang yang bermakna. Terlebih kadang menambah nilai plus untuk desain interior rumah Anda.

Bank sampah

Jangan bingung bila tak bisa mengolah sampah plastik. Cukup Anda kumpulkan dan serahkan pada bank sampah. Di sana plastik akan disalurkan lagi pada badan-badan yang lebih kompeten mengolahnya. Jangan ragu pula untuk mengembalikan kemasan produk yang telah Anda gunakan ke toko asal. Banyak produsen yang menawarkan siklus daur ulang pada kemasannya, tak lain bertujuan menyelamatkan kelestarian lingkungan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments