16

Ampuh Menghadapi Si Pengeluh

Sesekali mendengar keluhan teman atau keluarga memang baik. Namun bila terjadi terus menerus rasanya tentu tidak nyaman dan bisa menggerogoti mental Anda. Harus ada solusi konkrit untuk mengatasinya.

Sayangnya kita tidak bisa menghindar begitu saja. Karena keluhan mungkin datang dari orang yang harus kita temui sehari-hari. Mulai dari pasangan, anggota keluarga, teman kantor, atau tetangga sendiri. Otomatis mesti ada reaksi balik yang patut kita tujukan pada mereka.

Di satu sisi memang kita bisa berbangga diri. Berbagai keluhan atau curhat tidak mungkin dicurahkan bila mereka tidak percaya. Mendudukkan kita sebagai orang yang bisa diamanahi. Namun di sisi lain juga mendatangkan derita pada diri sendiri. Seolah-olah harus siap menerima curahan hati dan keluh kesahnya. Kapanpun dan dimanapun.

Strategi yang jitu akan menjadi obat yang mujarab. Menyelamatkan jiwa dan pikiran agar tidak tertular menjadi tukang mengeluh. Diri ini lebih merdeka. Dari strategi ini pula, semoga membawa perubahan pada si pengeluh. Minimal mengurangi kadar keluhannya.

Dengarkan saja

Tidak usah terlalu terburu-buru bertindak. Pengeluh biasanya hanya membutuhkan pendengar yang baik. Mungkin saja selama ini mereka kurang perhatian dan kasih sayang. Sehingga mendudukkan Anda sebagai objek pelampiasan.

Tandai pula apa yang dibicarakan oleh para pengeluh. Walau ada topik yang diangkat, namun pembicaraan tidak jelas akan mengarah ke mana. Seringkali melebar dan beralih pada topik yang lain tanpa disadari. Jadi, dengarkan saja.

Tak usah bergosip di belakang

Sudah pasti karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan, kita pun membutuhkan wadah penyaluran. Upayakan agar Anda menemukan ajang yang tepat. Misalnya dengan menghindar sejenak, tetap fokus pada tugas-tugas, olahraga, hang out, dan sebagainya.

Sebaliknya, hindari menjatuhkannya. Contohnya saja bergosip di belakang atau menyebarkan segala keluh kesahnya, di mana seharusnya menjadi rahasia antara dia dan Anda. Tindakan ini kerap kita lakukan tanpa kita sadari. Bagaimanapun jua, pengeluh layak dihormati selayaknya kita ingin dihormati orang lain.

Ceritakan derita orang lain

Berikan perbandingan masalah atau derita yang harus ditanggung orang lain. Hal ini berlaku saat pengeluh tidak berhenti mengganggap tiap apa yang dialami sebagai persoalan. Ceritakan saja bahwa masih banyak yang mendapat cobaan begitu hebat namun tetap bisa tersenyum dan mensyukuri. Terutama yang menimpa pada orang-orang di sekitar Anda agar makin mengena padanya.

Salurkan energi positif dan optimis

Salurkan energi positif dan optimis pada mereka yang suka mengeluh. Caranya tanpa menyebut perilaku mereka, tetapi langsung pada tindakan kita. Sering-sering ucapkan terima kasih pada orang lain, menunjukkan rasa syukur terhadap kelancaran kerja di kantor, dan masih banyak lagi. Ketika dia melihat dan merasakannya, ketika itu pula Anda menularinya dengan virus yang baik.

Apa yang bisa kubantu?

Apa yang bisa kubantu? Sekilas menjadi uluran tangan dalam bentuk pertanyaan. Namun sebenarnya merupakan kamuflase dari ajakan untuk menghentikan kebiasaannya mengeluh. Mengajaknya langsung berpikir pada solusi yang harus segera diambil, tidak berputar-putar terus pada konflik. Pelan tapi pasti, langkah ini akan membuatnya berpikir ulang sebelum mengeluh setiap saat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments