21

5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Saat Teman Curhat

Saat teman sedang curhat, cobalah untuk selalu berkata sehat. Yakni memberi respon dengan kata-kata positif. Sebaliknya, hindari mengeluarkan kata-kata negatif yang justru bisa memperkeruh suasana.

Kecenderungan dan harapan ketika seseorang melakukan curhat adalah menerima bantuan. Bantuan tidak harus selalu berupa tindakan, namun bisa pula berbentuk saran atau masukan. Di sinilah peran dan kekuatan dari kata-kata positif. Mengembalikan kepercayaan, tetap bersabar, menyakinkan diri bisa keluar dari permasalahan, dan bisa mengambil hikmah dari permasalahan yang telah terjadi.

Tetapi saat kita bereaksi dengan mengeluarkan kata-kata negatif, hasilnya jauh dari harapan sang empu masalah. Mungkin dari yang awalnya di posisi korban justru berubah menjadi pelaku. Tidak menemukan solusi dan tetap berada di jalan buntu. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bangkit, yang ada justru makin terpuruk dalam permasalahan.

Oleh karenanya, jangan sampai terluncur kata-kata yang tidak menyenangkan. kata-kata negatif yang sebisa mungkin kita hindari agar teman yang sedang mengalami masalah cepat bangkit dan berkarya lagi.

Pasti salahmu

Pada awalnya Anda hanya mengucapkan kalimat “pasti salahmu, pasti gara-gara kamu”, atau kalimat sejenis. Tetapi kesan yang terjadi selanjutnya adalah Anda menyalahkan teman yang sedang curhat atas apa yang dialaminya. Jangan heran apabila teman berbalik memberi Anda label bukan orang yang pengertian atau pendengar yang baik. Bukan memberi solusi namun hanya menyalah-nyalahkan saja.

Jadi, sebaiknya Anda tidak memberi label apapun kepada mereka yang mengalami problema. Teliti dan pikir masak-masak sebelum berucap. Jika tidak membantu, minimal tidak menyakiti.

Masih banyak persoalan yang lebih penting

Jangan pula membandingkan masalahnya dengan masalah orang lain. Lalu menuntutnya berubah tegar secepat ekspektasi Anda sendiri. Walau kenyataannya memang benar banyak masalah yang lebih penting dan lebih berat yang terjadi dibanding yang dialami oleh teman. Karena berapapun kadarnya, masalah tetaplah masalah. Di mana akan selalu terasa halangan yang tak mudah untuk dilalui.

Harusnya kamu jangan begitu

Sadar atau tidak, kita juga seringkali berucap “harusnya kamu jangan begitu.” Seolah-olah jika teman tidak berbuat seperti yang kita harapkan, dijamin musibah yang ditanggungnya tidak akan terjadi. Padahal, masalah bisa datang kapan saja dan dalam bentuk yang beraneka rupa. Lebih baik Anda menggantinya dengan kalimat yang mendukung posisinya.  

Untungnya aku belum pernah

Jika sebelumnya Anda membandingkan masalahnya dengan orang lain, sekarang membandingkan dengan diri sendiri. Menunjukkan sikap bersyukur karena beruntung tidak mengalami masalah seberat yang dialami teman sungguh bukan sikap yang elok. Tidak ubahnya dengan bergembira ria di depan orang yang sedang menanggung derita. Meski Anda bersyukur di dalam hati, namun hindari mengekspresikannya secara lisan.

Sudah lupakan saja

Urungkan kembali niat Anda jika hanya ingin membuatnya lupa dengan persoalan yang sedang dihadapi. Masalah memang berlalu, namun mungkin sekarang yang dia rasa adalah gejolak batinnya. Ada baiknya Anda menyarankan untuk menghadapinya dengan tegar. Mengambil hikmah dan pesan moral. Benteng ketahanan yang perlu dibangun dari dalam diri sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments