10

Beberapa Kasus Cekcok Antar-tetangga yang Berujung ke Ranah Hukum

Perseteruan antar-tetangga memang hal yang biasa dan kadang tak bisa dihindari. Yang bahaya bila pertikaian tersebut tak bisa didamaikan dan berlanjut ke ranah hukum.

Hukum memang bisa jadi jalan penyelesaian masalah. Namun dalam kehidupan bertetangga sebaiknya hukum jadi jalan terakhir dari pertikaian. Karena siapapun yang menang akan tetap merasa tak nyaman tinggal di lingkungan tersebut. Tinggal bersebelahan dengan orang yang jadi objek perselisihan.

Baca juga: 3 Sumber Terbesar Pertikaian Antar-Tetangga

Namun itulah yang terjadi. Kasus cekcok antar-tetangga tak sedikit yang bermuara ke meja hijau.

Gara-gara Penebangan Pohon dan Pembangunan Toilet

Kasus ini terjadi di kawasan Perumahan Modernhill, Pamulang, Tangsel. Cekcok antara dua tetangga yang bersebelahan, yaitu Hendra dan Deddy. Bermula dari Deddy yang memotong pohon Hendra ketika Hendra sekeluarga sedang mudik, namun Deddy tidak mengakui.

Deddy juga membangun toilet di lantai dua rumahnya yang disebut melebihi batas tembok, sehingga air menetes ke rumah Hendra. Deddy juga membangun tembok pembatas rumah setinggi dua meter tanpa izin Hendra.

Meski sudah dimediasi oleh ketua RW, namun tak berhasil mendamaikan. Akhirnya Hendra melalui pengacaranya mengajukan berkas ke Pengadilan Negeri Tangerang dan menggugat Deddy uang ganti rugi sebesar Rp2,6 miliar.

Baca juga: Sepele Bagi Anda, Masalah Buat Tetangga

Gara-gara Pagar Seng

Susanti, seorang bidan di Pekanbaru, mencabut pagar seng tetangganya, Wan Syamsul. Susanti menganggap pagar seng yang dibangun Syamsul merusak pemandangan dan membuat orang enggan datang ke rumahnya.

Syamsul pun melaporkan Susanti ke pengadilan. Akhirnya Susanti divonis 8 bulan dengan masa percobaan 15 bulan penjara. Kasus ini bahkan hingga kasasi ke Mahkamah Agung.

Gara-gara Password WiFi

Seorang pria di Bekasi menganiaya tetangganya karena dituduh telah membobol password WiFi miliknya. Pelaku bahkan membacok tetangganya.

Karena sudah merupakan tindak pidana akhirnya polisi pun turun tangan dan memburu pelaku penganiayaan tersebut.

Baca juga: Bawa Anjing Jalan-jalan di Sekitar Kompleks Ada Etikanya

Gara-gara Anjing Peliharaan

Erlinda, warga Citra Gran Cibubur, merasa terganggu dengan anjing-anjing milik tetangganya, Setiadi. Anjing sebanyak delapan ekor tersebut menurut Erlinda mengganggu kenayamanan tempat tinggal mereka. Anaknya bahkan sampai sakit karena bulu anjing dan ketakutan dengan anjing tersebut.

Sedangkan Setiadi mengaku sudah lebih dulu tinggal di kompleks tersebut dan tidak ada tetangga yang komplain. Dia menuding Erlinda melempari rumahnya dengan batu. Setiadi akhirnya melaporkan Erlinda ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. (YBI)

 

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments