05-1

Cegah Cedera Olahraga

Semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga tentu merupakan hal yang membahagiakan. Selain membuat tubuh lebih sehat dan bugar, juga membuat Anda lebih bersemangat. “Tetapi dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap olahraga, semakin banyak juga angka orang yang cedera olahraga,” ujar dr. Sapto Adji, SpOT, spesialis bedah orthopedi RS Premier Bintaro.

Penyebab

Ada beberapa penyebab cedera olahraga, selain karena jenis olahraga itu sendiri, salah satunya adalah tidak melakukan tahapan dengan baik. “Ini yang sering terjadi, tidak melakukan pemanasan sebelum latihan inti dan melupakan cooling down setelah olahraga,” jelas dr. Sapto.

Tidak menggunakan peralatan, seperti sepatu, dan pakaian olahraga yang sesuai juga bisa menyebabkan cedera. Begitu pula ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan yang bergizi dan cairan yang cukup.

dr. Sapto Adji, Sp.OT

Waktu olahraga yang tidak tepat juga dapat menyebabkan seseorang rentan cedera. Misalnya, karena bekerja seseorang berlatih bulutangkis hingga tengah malam, di mana seharusnya ia beristirahat. “Atau karena kondisinya kurang fit, sedang flu atau sakit tetapi memaksakan berolahraga,” ujar dr. Sapto.

Beberapa tanda bahwa olahraga Anda telah menyebabkan cedera adalah rasa nyeri, baik sedikit-sedikit namun terus menerus, maupun akut. Bengkak dan perubahan warna kulit, misalnya kemerahan atau kebiruan, juga pertanda bahwa Anda mengalami cedera.

Tangani dengan Tepat

Begitu terasa tanda-tanda cedera, istirahatlah. Bila nyeri tetap bertahan meski Anda telah beristirahat atau bila nyeri sangat terasa, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter. Dengan penanganan yang tepat, Anda bisa pulih dari cedera dan beraktivitas olahraga lagi seperti sedia kala.

Pengobatan cedera dibagi dua, operasi atau tanpa operasi. “Tujuan pengobatan secara garis besar adalah mengembalikan ke level aktivitas semula, apapun cederanya,” kata dr. Sapto.

Namun tentu saja, lebih baik mencegah daripada mengobati. “Kenalilah diri Anda, kemudian cari olahraga yang cocok dengan kondisi Anda. Tidak hanya ikut-ikutan. Misalnya orang gemuk ikut lari, karena akan rentan cedera lutut,” saran dr. Sapto. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

 

 

Comments

comments