20

Cara Efektif Atasi Tetangga yang Suka Ribut

Dalam kehidupan bertetangga banyak hal yang bisa membuat ketidaknyamanan. Salah satunya suara keras atau keributan dari rumah sebelah. Sekali, dua kali, mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau sering terjadi bisa bikin emosi.

Tetapi untuk menegur tetangga yang suka ribut tidak bisa sembarangan juga. Karena salah “melangkah” bisa membuat hubungan dengan tetangga jadi runyam. Akibatnya, akan selalu ada duri dalam daging yang mengganggu relasi yang dulunya terjalin harmonis.

Baca juga: Sepele Bagi Anda, Masalah Buat Tetangga

Karena itu siapkan strategi agar urusan keributan tersebut bisa terselesaikan tanpa harus menyakiti pihak manapun. Bagaimanapun, lingkungan yang damai akan membuat nyaman semua yang tinggal di sana.

Kenali tetangga lebih dekat

Ini strategi yang paling dasar. Dengan lebih mengenal tetangga yang sering membuat keributan, Anda bisa tahu akar masalah dari sumber suara bising tersebut. Apakah pertengkaran, anak yang susah diatur, hewan peliharaan yang belum “dijinakkan”. Apapun sumber masalah bising tersebut Anda harus tahu.

Anda bisa memulai dengan mengirimkan oleh-oleh atau makanan. Ajak berbicara hal-hal umum. Tanyakan kegiatan sehari-hari, berapa orang dalam rumah tersebut, dan sebagainya.

Klasifikasikan jenis keributan

Sebelum komplain ke tetangga, klasifikasikan dulu jenis keributan tersebut. Apakah sangat mengganggu, cukup mengganggu, atau sebenarnya masih bisa ditoleransi. Catat juga selama seminggu suara gaduh tersebut terdengar berapa kali, dan pada jam berapa saja.

Sangat mengganggu bila suara gaduh sampai membuat aktivitas istirahat keluarga terganggu. Akibatnya pekerjaan atau kegiatan sehari-hari tidak bisa dilakukan dengan optimal. Sedangkan cukup mengganggu bila suara gaduh memang terdengar tapi tidak sampai mengganggu kegiatan atau waktu istirahat. Sedangkan bila suara gaduh hanya sesekali dan terjadi di luar jam istirahat, berarti keributan masih bisa ditoleransi.

Baca juga: Perhatikan Etika Menggunakan Jalan Kompleks untuk Acara

Beri tahu bahwa Anda bisa mendengar kegiatan mereka

Setelah hubungan dengan tetangga cukup dekat, Anda tidak akan terlalu sungkan untuk menanyakan sumber suara. Di sela obrolan ringan Anda bisa menanyakan secara sepintas suara apa yang sering terdengar tersebut. Misalnya, Anda sering mendengar suara musik yang keras, tanyakan, “Saya sering dengar suara musik yang energik kalau malam-malam, Ibu sedang berolahraga ya, pantesan langsing terus?”

Fokus pada penyelesaian masalah

Ketika Anda sudah tahu sumber dari keributan tersebut, Anda bisa mengatakan ketidaknyamanan yang timbul akibat suara-suara tersebut. Lalu tawarkan win-win solution agar sama-sama nyaman. Bila perlu, tawarkan bantuan bila memang sumber suara tersebut sulit untuk dihindari. Misalnya, binatang peliharaan yang gaduh, rekomendasikan dokter hewan atau pelatih hewan peliharaan.

Libatkan pengurus warga

Ini kalau penyelesaian berdua sudah mengalami jalan buntu. Libatkan orang yang bisa menjadi penengah, seperti Ketua RT/RW. Pihak ketiga memang diperlukan untuk meninjau masalah secara obyektif, sekaligus membantu mencari jalan keluar.

Baca juga: Segudang Persiapan Menghuni Kompleks Baru

Libatkan tetangga lain

Bila suara gaduh tersebut juga mengganggu tetangga-tetangga lain, dan cara mediasi tidak berjalan dengan baik, saatnya Anda membuat petisi. Ajak tetangga untuk membuat surat keberatan yang ditandatangani oleh orang-orang yang terganggu, serta diketahui oleh Ketua RT/RW setempat. Isi petisi jangan berlebihan, cukup tulis jenis keributan dan keluhan dari warga. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments