19

Aturan Membuat Polisi Tidur di Perumahan

Polisi tidur atau speed bump sering terlihat di komplek perumahan. Tujuannya tentu agar pengguna kendaraan bermotor yang memasuki kawasan perumahan mengurangi kecepatannya dan berhati-hati karena banyak warga yang berlalu-lalang.

Sayangnya, tujuan yang baik tersebut bisa mendapat protes dari warga sendiri. Apalagi kalau bukan karena keberadaan polisi tidur tersebut dianggap tidak nyaman bagi pengendara, atau malah membuat masalah pada kendaraan.

Baca juga: Sepele Bagi Anda, Masalah Buat Tetangga

Keadaan tersebut bisa terjadi bila warga setempat membuat sendiri polisi tidur tanpa mengetahui aturan yang benar dalam membuat polisi tidur.

Ya, ada aturan mengenai polisi tidur tersebut. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Memang tidak bisa asal-asalan dalam membuat polisi tidur. Karena bagaimanapun, keamanan pengguna jalan atau kendaraan bermotor juga harus diperhatikan.

Bentuk

Bentuk polisi tidur harus menyerupai trapesium, yaitu bangun datar dengan dua sisi yang melandai. Jadi tak boleh hanya berupa tonjolan yang tajam. Tujuannya agar tidak membahayakan pengendara bermotor.

Tinggi

Tinggi dari bagian yang menonjol di atas jalan tidak boleh lebih dari 12 cm. Polisi tidur yang terlalu tinggi bisa mengenai bagian bawah kendaraan. Atau menimbulkan goncangan yang membahayakan bagi pengendara. Bila terus-terusan melewati polisi tidur tersebut, mobil atau sepeda motor bisa mengalami masalah.

Baca juga: Merajut Harmoni Dengan Warga Sekitar Kompleks

Kelandaian

Agar tidak mencederai pengendara kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, kemiringan dari sisi-sisi polisi tidur maksimal 15 persen. Kemiringan atau kelandaian tersebut harus sama pada bagian kedua sisinya.

 

Lebar

Polisi tidur tidak boleh terlalu kecil agar fungsinya bisa optimal. Menurut aturan, lebar bagian atas minimal adalah 15 cm. Bisa lebih dari itu bila ingin lebih lebar.

Warna

Agar terlihat jelas dari kejauhan, polisi tidur harus diberi warna, yaitu kombinasi hitam dan kuning atau hitam dan putih. Untuk warna hitam lebarnya adalah 30 cm, sedangkan untuk kombinasi warnanya adalah 20 cm. Sudut pewarnaannya pun tak bisa sembarangan, yaitu harus ke kanan sebesar 30 hingga 45 derajat.

Baca juga: Etika Parkir Mobil di Kompleks Perumahan

Sanksi

Pembuatan polisi tidur yang benar sesuai aturan akan dapat membuat warga setempat dan pengendara aman dan nyaman. Sebaliknya bila melanggar akan berdampak pada salah satu pihak, atau malah keduanya. Karena itu ada sanksi bila aturan tersebut diabaikan.

Menurut Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ), pasal 274, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.
Ada pula pasal lain yang menjerat, yaitu pasal 275 ayat 1, yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam pasar 28 ayat 2 dipidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments