09

Wanita Muda, Waspada Reumatoid Artritis

Masih banyaknya masyarakat yang belum mengerti mengenai penyakit Reumatoid Artritis (RA). Berpikir bahwa penyakit ini hanya terjadi pada usia tua. Padahal justru banyak menimpa usia produktif. Dengan mengenal gejala penyakit ini, pengobatan dini dapat dilakukan.

“Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit rematik autoimun, dan lebih banyak mengenai wanita muda usia produktif, yaitu usia 30-50 tahun. Jangan sampai aktivitas mereka terhambat karena tidak mendapat penanganan tepat,” ujar dr. Linda Kurniaty Wijaya, Sp.PD-KR, FINASIM, spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi RS Premier Bintaro.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang menganggap RA adalah rematik biasa, lalu mengobatinya dengan obat rematik yang dibeli bebas di apotek. Padahal sebagai bagian dari penyakit rematik, RA perlu pengobatan berbeda. “Ada sekitar 150 jenis penyakit rematik, RA adalah salah satu di antaranya. Setiap jenis rematik memerlukan pengobatan yang tidak sama,” terang dr. Linda.

dr. Linda Kurniaty Wijaya, Sp.PD-KR, FINASIM

Hal pertama yang harus diwaspadai adalah bila merasakan sakit pada pergelangan tangan, jari-jari tangan atau jari-jari kaki dan melibatkan banyak sendi. “Sakit dan kaku pada malam atau pagi hari yang mereda ketika siang atau sudah beraktivitas,” ujar dr. Linda. Lama-lama rasa sakit akan menyebar ke sendi-sendi yang lebih besar, seperti lutut dan siku.

Rasa sakit tersebut kemudian terjadi terus menerus, menghilang ketika minum obat pereda nyeri, tapi kemudian kambuh lagi. Bila hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk dilihat penyebab pastinya.

Menghindari Kecacatan

Kesadaran masyarakat akan RA diperlukan guna menegakkan diagnosa dari awal. Dengan begitu pasien mendapat terapi yang tepat sejak dini, sehingga tidak terjadi kecacatan karena kerusakan sendi yang lebih lanjut. Kecacatan tersebut berupa rusaknya tulang-tulang sendi dan nyeri menetap.

Menurut Linda, pengobatan RA membutuhkan waktu yang panjang. “Namun tetap bisa sembuh atau dikontrol. Banyak pasien saya bisa lepas dari obat, hamil dan punya anak,” terang dr. Linda.

Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab RA. Beberapa menghubungkan faktor genetik dan infeksi dengan penyakit ini. Namun apapun itu, menurut Linda, hidup sehat seperti tidak merokok, rutin olahraga, dan mengonsumsi makanan sehat akan membantu pencegahan penyakit ini. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments