08-2

Mengenal Ciri-Ciri Sahabat Sejati

Tidak semua teman yang kita punya bisa disebut sebagai sahabat. Apalagi sahabat sejati. Untuk mengenalinya, perlu lebih jeli melihat kembali ciri-ciri seperti apa sahabat sejati itu.

Sebab sudah banyak cerita, dari berkenalan lalu menjadi teman, berlanjut menjadi persahabatan tapi akhirnya kandas. Akibat salah satu merasa dirugikan atau keduanya memang sejak awal tidak saling mengasihi. Yang satu sudah teramat percaya, tapi yang lain memanfaatkan relasi untuk kepentingan pribadi. Terdorong untuk menjatuhkan dan ingin menang sendiri.

Baca juga: Ciri-Ciri Persahabatan Yang Sehat

Karena itu tak salah untuk selalu berpegang pada nasihat lama. Berteman dengan penjual minyak wangi paling tidak akan kecipratan wanginya. Berteman dengan pandai besi sekalipun bara apinya tidak membakar baju, tapi tetap kena bau asapnya.

Menerima apa adanya

Mereka yang pantas disebut sebagai sahabat sejati adalah yang dapat menerima diri kita apa adanya. Terlepas dari betapa kelamnya masa lalu, tak peduli darimana kita berasal, keturunan siapa, apa pekerjaan sekarang, atau kesalahan yang pernah kita perbuat. Semuanya dapat ia terima dengan terbuka. Tidak membeda-bedakan seseorang hanya berdasar standar dirinya semata.

Selalu ada kala susah dan senang

Ia juga selalu ada kala susah dan senang. Bahkan kehadirannya sangat terasa kala kita dilanda duka atau masalah. Ikut sedih ketika teman sedih, ikut senang saat teman senang. Tak terlalu mempermasalahkan bagaimana kondisinya sendiri saat itu. Terpenting ia dapat memberikan dukungan nyata kepada orang-orang terdekatnya, terutama Anda.

Baca juga: Ketika Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis

Sportif

Mungkin orang lain saat kalah akan marah, tapi tidak dengannya. Sahabat sejati mampu menerima kekalahannya dan mengakui kemenangan Anda. Dalam kompetisi perlombaan atau dalam memperebutkan suatu posisi jabatan. Di sisi lain, ia juga bukan tipe orang yang suka menjatuhkan di belakang ketika Anda lebih unggul. Jadi, cermati saja bagaimana karakternya kala sahabat merasa di bawah.

Menjaga komunikasi

Karena sejati, maka berarti selamanya. Tak peduli ada di mana, ia akan selalu mengupayakan komunikasi yang pantas dan secukupnya. Bukan ketika berada jauh lalu menghilang dan memilih berganti teman begitu saja. Ia akan tetap mengontak, memberi kabar, menanyakan keadaan, dan tetap siap memberi pertolongan jika dapat.

Menyarankan, tapi tidak memaksa

Sahabat sejati tidak akan ragu memberikan saran. Sekalipun saran tersebut pahit untuk didengar. Walau demikian, ia akan tetap menghargai Anda jika memilih opsi yang lain. Karena dia percaya, Anda adalah insan yang sepenuhnya merdeka untuk menentukan jalan keluar sendiri.

Memberi ruang

Di samping itu, yang mencolok dari dirinya mampu memberi ruang untuk Anda. Dalam arti banyak hal. Seperti memberikan Anda waktu untuk menyendiri, mengembangkan diri untuk pilihan karier, berinteraksi dengan teman-teman yang lain, dan sebagainya. Bukan karakter mengekang dan semuanya harus terpusat pada dirinya.

Baca juga: Intip Sisi Gelap Toxic Positivity

Menganggap sebagai partner

Dan, amati pula bagaimana selama ini ketika menjalin relasi. Ada baiknya ia selalu menempatkan diri Anda sebagai partner. Bukan melulu sebagai objek. Contoh sederhananya sering meminta pendapat di mana baiknya lokasi yang cocok untuk bertemu, meminta pendapat terhadap masalah pribadinya, meminta maaf saat ia melakukan salah, dan sejenisnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments