28-adv

Penanganan Tepat Kaki Bentuk O, X, dan Clubfoot pada Anak

 Anak memiliki karakteristik khusus, bukan miniatur orang dewasa. Anak masih terus bertumbuh. Karena itulah, RS Premier Bintaro kini memiliki dokter spesialis bedah tulang anak atau orthopedi anak. “Di Indonesia, jumlah certified consultant orthopedi anak masih di bawah 20 orang,” ujar dr. Patar Parimonangan Oppusungu, Sp.OT, spesialis orthopedi anak RS Premier Bintaro.

Menurut dr. Patar, penanganan yang tidak tepat akan memengaruhi kualitas hidup anak hingga tua. Ada banyak masalah pada orthopedi anak yang bisa diperbaiki bila ditangani dengan tepat, beberapa di antaranya:

Kaki pengkor atau clubfoot

Kondisi di mana telapak kaki membengkok ke dalam ini, bila dikenali sejak dini, ditangani dengan bagus, dan dipertahankan hingga selesai bertumbuh, anak akan memiliki kaki yang tolarable atau bisa dipakai berjalan dengan baik. “Bila tidak terkoreksi, kelainan tersebut akan berefek saat anak dewasa, mungkin akan sakit kalau jalan. Juga memengaruhi penampilan, sehingga memengaruhi percaya diri, dan berdampak saat ia mencari kerja, bersosialisasi,” jelas dr. Patar.

dr. Patar P Oppusunggu, Sp.OT_

Kaki berbentuk “O” atau “X”

Sebenarnya anak memiliki fase-fase jalan. Ketika mulai berjalan, kakinya terlihat berbentuk seperti “O” karena keseimbangan mereka belum baik. “Seiring dengan koordinasi, organ keseimbangan makin bagus, pada usia 2 tahun kaki anak mulai lurus. Kemudian kaki akan menyerupai bentuk “X” pada usia 3-4 tahun,” terang dr. Palar. Baru kemudian “X” berkurang saat usia anak sekitar 7-8 tahun, di mana pola jalannya sudah matang.

“Orang tua perlu waspada bila lewat usia 2 tahun, misal 3-4 tahun, kaki masih ‘O’. Atau kaki ‘X’ tambah parah, dan menetap melewati 7-8 tahun. Harus segera ditangani,” saran dr. Patar.

Cerebral Palsy

Gangguan gerakan, otot, atau postur pada anak-anak ini sebenarnya bisa ditangani dengan maksimal. “Orthopedi punya peran banyak pada cerebral palsy. Anak bisa diperbaiki jalan atau posisi duduknya agar tidak nyeri. Selalu ada yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” jelas dr. Patar.

Penanganannya bisa berupa pelemasan atau pemanjangan otot. “Anak dengan cerebral palsy bisa nyaman dan fokus pada yang lain, misalnya pendidikan. Di India, ada anak cerebral palsy yang lulus kuliah dengan cumlaude,” ujar dr. Patar. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

 

Comments

comments