21

Merajut Harmoni Dengan Warga Sekitar Kompleks

Akhir-akhir ini kebutuhan untuk merajut harmoni sering terlewat. Kerap difokuskan hanya untuk sesama satu kompleks saja. Padahal hidup rukun, damai, sentosa juga perlu diupayakan dengan warga sekitar.

Entah warga yang memang tinggal di kompleks lain atau merupakan penduduk asli di lingkungan tersebut. Sementara di kompleks rata-rata dihuni oleh para pendatang dari berbagai daerah. Pastinya warga sekitar juga ingin mengetahui siapa saja yang tinggal di dalam kompleks. Terlebih bila dulunya tanah kompleks dibeli dari mereka.

Baca juga: Sepele Bagi Anda, Masalah Buat Tetangga

Selain itu, ada manfaat yang perlu diingat ketika harmoni antara warga kompleks dan sekitar terwujud. Tak saja damai, dalam pengertian yang hakiki, melainkan turut menghindarkan ancaman-ancaman nyata terhadap kehidupan sosial. Terutama sejak awal sudah terjadi jurang pemisah ekonomi yang terasa. Atau datangnya kebiasaan-kebiasaan baru yang dirasa asing dan merangsang ketidaksukaan.

Mengenalkan diri

Karenanya daripada terjadi konflik berkepanjangan, lebih baik cegah dari sekarang. Merajut harmoni dengan warga sekitar punya kunci utama. Yakni mau berkomunikasi intens. Diawali dengan berinisiatif mengenalkan diri.

Contohnya adalah ketua paguyuban kompleks rutin berinteraksi dengan ketua RT warga setempat. Atau contoh lainnya, meski saat ini pencatatan penduduk dapat dilakukan secara daring, tetap tak ada salahnya mengetuk pintu ketua RT warga setempat. Sebagai pertanda permisi warga baru yang tinggal di kompleks dan sudah jelas sah surat-suratnya.

Langkah sederhana namun efektif untuk meminimalisir rasa saling terasing dan tak mengenal satu sama lain. Menambah kenalan sekaligus tak ragu bila mendadak membutuhkan suatu bantuan.

Toleransi dan mau saling memahami

Pastinya yang namanya perbedaan tak terhindarkan. Sebab masing-masing individu sudah memegang karakter yang berbeda. Ditambah adanya keyakinan dan kebiasaan yang berbeda pula dari daerahnya. Asal tidak menyalahi kesepakatan bersama dan juga norma sosial, tak ada salahnya menerapkan toleransi. Saling memahami bahwa perbedaan itu nyata. Perlu dipupuk dan ditumbuhkan terus.

Baca juga: Menegur Tetangga Yang Suka Gaduh

Saling memberikan undangan

Agar relasi kedua warga makin cair, undang secara terbuka warga setempat untuk datang dan merayakan acara bersama-sama. Dan sebaliknya, warga kompleks perlu menunjukkan antusiasnya dalam meramaikan hajatan yang dipunya oleh masyarakat setempat. Perayaan hari kemerdekaan, acara keagamaan, dan lain sebagainya. Makin menepis sekat dan perbedaan status akibat lokasi tinggal yang berbeda.

Silaturahmi

People fist bump hands sign power support

Serta saling bersilaturahmi. Tidak ragu menjenguk begitu mengetahui ada anggota keluarga warga sekitar yang tertimpa kesusahan. Ikut berbahagia dengan mengucapkan langsung di hari-hari besar keagamaan. Mengirimkan bantuan yang dibutuhkan saat terjadi musibah lingkungan. Atau melakukan aksi-aksi kecil yang dapat berdampak nyata pada semua. Misalnya membantu memberikan pelatihan guna mendatangkan pemasukan tambahan bagi para ibu rumah tangga.

Baca juga: Tetap Harmonis Dengan Tetangga

Mengajak diskusi aktif tentang isu-isu penting

Dan yang tak kalah pentingnya, mengajak warga setempat diskusi aktif terkait isu-isu penting. Masalah keamanan, kelestarian lingkungan, pengolahan sampah, minimalisir gangguan preman, penyediaan bantuan berupa pinjaman lunak, pengadaan mobil ambulans atau klinik kesehatan sederhana, atau masalah-masalah krusial lainnya. Hasilnya, warga kompleks maupun warga setempat dapat sama-sama terlibat dan tetap berdaya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments