16-2

Jenis Rahasia Anak Yang Perlu Orang Tua Tahu

Pada dasarnya sah-sah saja anak menyimpan suatu rahasia. Tapi untuk perkara tertentu, ada baiknya orang tua mengajarkan beberapa jenis rahasia yang mesti segera diceritakan. Semata-mata demi kebaikan anak itu sendiri juga orang tuanya.

Tidak lain untuk jenis rahasia yang sifatnya berbahaya. Sebab ketika anak tetap menyimpannya sendiri, masalah akan semakin membesar dan kian memberatkan. Apalagi anak dihadapkan pada situasi di mana belum mempunyai kuasa sendiri menyelesaikannya. Misalnya karena usia terlalu dini sehingga aksinya bakal diremehkan banyak orang. Butuh dukungan nyata dari orang-orang dewasa di sekitarnya, terutama orang tua, untuk membantu mengatasinya.

Baca juga: Saat Anak Suka Mengumbar Cerita Di Rumah Pada Orang Lain

Jadi, ajarkan untuk membedakan rahasia yang benar pada anak. Anak boleh saja menyimpan rahasia. Tapi tegaskan untuk yang sifatnya khusus orang tua perlu tahu. Atau setidaknya menceritakan segera pada orang yang dipercaya dan dapat membantunya ketika orang tua tak ada di sampingnya.

Pelecehan seksual

Terutama ketika dia mendapat pelecehan seksual dalam bentuk apapun. Atau melihat terjadi tindakan pelecehan pada orang lain, contohnya teman sebaya. Lantaran pelaku pelecehan terhadap anak-anak sering melontarkan ajakan bermain rahasia demi menutupi perbuatan cabulnya. Katakan bahwa anak tak perlu takut bercerita pada orang lain. Mengingat anak sudah dirugikan dan pelaku tidak boleh dibiarkan.

Mengandung bullying

Jika anak mendapat bullying atau perundungan, sebaiknya ajarkan anak untuk buka mulut. Baik dari sekolah, di lingkungan perumahan, atau di media sosial. Terangkan bila semakin cepat anak bercerita akan semakin baik dirinya. Karena orang tua dapat segera memberikan bantuan walau nanti belum tentu perundungan akan berhenti dengan total. Setidaknya anak tidak merasa sendiri.

Baca juga: Perisai Agar Anak Terhindar Dari Kejahatan Seksual

Mendapat ancaman

Jenis rahasia lain yang perlu orang tahu adalah saat anak mendapat ancaman. Misalnya dari pelecehan seksual tadi, pelaku mengancam akan melakukan kekerasan padanya atau orang tuanya bila anak berani bicara. Berikan contoh-contoh lain bentuk ancaman yang tidak bisa ditolerir dan disimpan sendiri. Anak wajib memberitahu orang tua dan segera mendapat bantuan.

Komunikasi dengan orang asing

Anak juga harus meminta izin terlebih dulu sebelum berkomunikasi dengan orang asing. Walau tak bertatap muka, melainkan akan interaksi lewat media sosial yang sekarang ini justru tidak kalah ganasnya. Minta pada anak untuk tidak mudah memberikan foto, alamat lengkap, nama sekolah, video, nomor kontak yang bisa dihubungi, pin uang elektronik, dan sebagainya.

Melanggar aturan bersama

Selain itu, tekankan baik-baik untuk tidak perlu mengikuti ajakan orang lain melanggar kesepakatan bersama. Alasannya, anak dan orang tua adalah partner yang harus sama-sama terbuka. Kesepakatan dibuat untuk kepentingan kedua belah pihak. Saat ada yang ingin mengajak keluar dari perjanjian, tandanya orang tersebut bukan orang baik bagi anak.

Baca juga: Hak Anak Yang Sering Dilanggar Orang Tua

Merahasiakan emosi yang sebenarnya

Di samping itu, dan yang sering terlupa, ialah persoalan rahasia emosi anak. Tidak baik bagi anak tidak menjelaskan perasaannya sendiri dalam situasi tertentu. Anak tidak perlu berpura-pura menerima atau senang. Malah harus berterus terang agar orang tua dapat memahami dan belajar menerima emosi anak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments