10

Di Sekolah Berbahasa Asing, Di Rumah Berbahasa Ibu, Bagaimana Menyikapinya?

Di sekolah berbicara bahasa asing, sementara di rumah tetap berbahasa Indonesia semakin jamak terjadi. Lantaran banyak orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke sekolah internasional. Bagaimana mengatasi bilingual ini?

Karena perbedaan pengantar bahasa dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif. Mulai dari kebingungan, anak malah tidak menguasai salah satu bahasa, dan sebagainya. Padahal dengan belajar di sekolah internasional, diharap anak yang sudah terpapar bahasa asing sejak dini, dapat cas cis cus dengan sendirinya. Punya bekal komunikasi berupa bahasa lebih dari satu. Tidak sedikit pula para orang tua yang khawatir apakah bahasa asing dapat efektif meresap dalam diri anak, sedang sebelumnya anak sudah terbiasa berbicara dalam bahasa ibunya.

Baca juga: Perlukan Sekolah Bilingual Bagi Anak?

Oleh sebab itu, masalah ini harus dibedah lebih dalam lagi. Termasuk membongkar mitos-mitos yang sering mengintai anak dengan kemampuan bilingual atau lebih. Dari persoalan interaksi, bahasa asing sebagai pengantar materi di sekolah, campur aduknya bahasa yang membuat anak tidak mampu membawakan diri dengan baik, berpengaruh pada pembentukan karakter, serta masih banyak lagi.

Bukan masalah

Perlu diingat, bahwa tidak masalah ketika anak di rumah berbicara dalam bahasa ibu dan di sekolah dengan bahasa asing. Walau kemungkinan campur aduk bahasa sedikit banyak akan tetap terjadi. Dengan sendirinya, anak akan dapat membedakan situasi tertentu untuk bahasa tertentu pula.

Selain itu, anak juga otomatis dapat membedakan bahasa mana yang harus digunakan pada seseorang. Terlebih sebelumnya memang sudah terbiasa memakai bahasa tersebut. Contohnya tetap berbahasa ibu pada pengasuh di rumah dan spontan berbahasa asing pada guru di kelas.

Jangan setengah-setengah

Di samping itu, perlu adanya antisipasi konkrit agar tidak timbul berbagai kekhawatiran. Lewat cara tidak setengah-setengah saat berbicara dengan anak. Bila memang di rumah menggunakan bahasa ibu, maka gunakan bahasa ibu yang benar. Tujuannya agar anak menangkap kata serta fungsinya dengan tepat. Tapi bila diucapkan dengan campur aduk atau tak jelas pelafalannya, sangat mungkin mengganggu perkembangan anak berbicara.

Baca juga: Cara Seru Ajarkan Anak Berbahasa Asing

Penguatan bahasa ibu

Ada banyak sekali teori yang membahas tentang bilingual. Tidak sedikit pula para ahli yang menyarankan orang tua untuk menguatkan bahasa ibu pada anak-anaknya. Mengapa? Sebab bahasa ibu tetap menjadi pengantar nomor satu di rumah dan lingkungan keseharian. Saat anak belum terlalu menguasai bahasa ibu tapi sudah dipaksa belajar bahasa asing, hasilnya akan tidak maksimal.

Perlu komunikasi lebih lanjut

Perlu komunikasi lebih lanjut untuk menjembatani penggunaan bahasa yang berbeda di rumah dan di sekolah. Ada baiknya orang tua berdiskusi sejauh mana bahasa ibu dan asing dapat digunakan. Tentang waktu, pada siapa saja, dan situasinya. Sehingga anak terbantu untuk memilah dan menerapkan dengan pas.

Baca juga: Kapan Anak Perlu Bertemu Orang Asing?

Amati perkembangan anak

Amati terus perkembangan anak sejak dia mulai mendapat dua bahasa yang berbeda. Berikan penanganan yang tepat saat anak sudah menginjak usia tertentu tetapi belum dapat mengucapkan bahasa ibu atau asing dengan jelas, atau sangat pasif berbicara, atau menunjukkan tanda-tanda kebingungan dalam berkomunikasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments