08-2

Cara Terbaik Membesarkan Anak Introvert

Sekilas mengasuh dan membesarkan anak yang tergolong introvert itu mudah. Seperti tidak banyak tingkah dan mudah diatur. Padahal tidak. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi orang tua dengan karakter anak tersebut.

Anak dengan gaya introvert akan menunjukkan karakteristik tersendiri. Yang mana sangat menonjol dan amat melekat dalam keseharian maupun kepribadian. Seperti pendiam, pemalu, tidak suka bersosialisasi, tertutup, tidak suka mengawali hubungan atau relasi, kurang suka di keramaian, lebih banyak berpikir sebelum bertindak, dan sebagainya. Efeknya mereka cenderung hanya punya sedikit teman, dikenal pasif, dan hanya mau aktif untuk bidang yang disukainya saja.

Baca juga: Pentingnya Ajari Anak Mengenal Emosi

Karakter ini sedikit banyak menimbulkan dilema bagi banyak orang tua. Atau kekhawatiran terhadap tumbuh kembang anaknya. Akan sosialisasi, kemampuan, dan masa depannya nanti. Menganggap bahwa ada yang salah pada anak mereka.

Pahami karakternya

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua memahami karakter introvert seperti apa. Plus tidak menilainya sebagai suatu kepribadian yang salah. Introvert adalah karakter bawaan, lahiriah, dan tidak dapat diubah. Hanya bisa dilakukan orang tua ialah menggunakan metode tertentu supaya sifat bawaan ini menjadi modal yang maksimal bagi anak itu sendiri.

Misalnya, ketimbang terus menerus memikirkan introvert sebagai kekurangan, lebih baik kini pikirkan wadah yang paling pas untuk mengembangkan bakat anak. Di mana dia merasa nyaman dan senang menjalaninya. Terutama sarana-sarana yang tidak harus membuatnya bertemu banyak orang. Seperti seni menggambar, berenang, joging, dan sejenisnya.

Hargai preferensi anak

Mengingat anak suka larut dalam kesendiriannya dan orang-orang tertentu saja, harga preferensi tersebut. Jangan paksa anak seperti anak lain yang lebih aktif dan giat di luar sana. Memaksa anak introvert mengubah preferensi merupakan tekanan besar yang malah berpengaruh buruk dalam tahapan kehidupan mereka. Sebaliknya, bila dimanfaatkan atau dioptimalkan, mereka akan mendulang sukses yang besar. Tinggal mencari jalannya saja.

Baca juga: Kapan Anak Perlu Bertemu Orang Asing?

Cara bernegosiasi

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada kompromi. Khususnya saat orang tua punya ekspektasi yang ingin diwujudkan anak. Tapi jalankan dengan cara yang sehat. Ajak mereka bernegosiasi untuk membuatnya mereka paham bahwa tidak selamanya mereka terus berada dalam sepi. Ada saatnya mereka juga harus bersosial dan bertemu dengan banyak orang. Suatu saat harus memulai terlebih dulu inisiatif dan mengajak kolaborasi. Terutama ketika punya ide baru, sementara yang lain belum memikirkan.

Bangun percaya diri dan mandiri

Karena mereka suka sendiri, maka penting untuk membangun kepercayaan diri dan membuatnya jadi mandiri. Mengandalkan diri sendiri mampu mengatasi kebutuhan dan memecahkan banyak persoalan. Katakan jika suka sendiri itu tak apa, namun jika ingin meminta bantuan orang lain pun tak masalah.

Baca juga: Masuk Dalam Tipe Karakter Yang Manakah Anak Anda?

Terus beri dukungan dan percaya

Mungkin adakalanya lelah dan capek melihat anak tidak sesuai perkiraan. Tapi jangan berhenti memberi dukungan dan percaya akan kemampuan anak introvert. Ingat bahwa masing-masing anak itu unik. Boleh jadi temannya hanya sedikit dan hidupnya monoton, namun dukungan serta kepercayaan dari orang tua yang akan meramaikannya. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments