05-2

Meningkatkan Kontribusi Aktif Para Pemuda Di Kompleks

Mengajak para pemuda terjun langsung dalam kegiatan di kompleks perumahan termasuk gampang-gampang susah. Kadang hanya aktif di awal, tapi lama-lama melempem tidak tahu ke mana rimbanya.

Contohnya dalam kepengurusan karang taruna. Di mana pemuda, maupun pemudi, yang tinggal tetap di kompleks setidaknya semuanya terlibat. Nyatanya kadang hanya separuhnya saja atau bahkan kurang. Antusias saat baru pelantikan, selanjutnya seperti bubar sendiri-sendiri. Mungkin sibuk oleh kegiatan pribadi, mengingat para pemuda juga masih usia sekolah, atau mungkin saja bosan dengan kegiatan kompleks yang ada. Terutama ketika merasa tidak ada teman sebaya yang ikut aktif bersama-sama.

Baca juga: Pemuda Pemudi, Kuasai Soft Skill Ini Agar Terus Bersinar

Karenanya butuh strategi khusus untuk mengajak mereka. Dari memahami karakter para pemuda yang notabene berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, juga merefleksi kembali apa saja yang sebenarnya perlu dilakukan dalam wadah seperti karang taruna.

Memberi ruang

Sekalipun wadah berorganisasi bagi para pemuda sudah terbentuk, penting sekali untuk memberi mereka ruang. Tempat di mana mereka dapat merdeka menentukan sederet kegiatan yang akan diadakan. Tanpa dipaksa atau didikte. Jika pengurus lingkungan, yang katakanlah lebih senior, ingin mengarahkan, perlu memainkan gaya diplomasi yang disukai. Semata-mata untuk membuat para pemuda lebih betah, terus bertahan dalam keaktifan lingkungan, dan terus menyumbangkan ide-ide segar.

Dukungan dan apresiasi

Kebutuhan generasi sekarang memang berbeda dengan generasi sebelumnya. Secara nyata memerlukan dukungan dan apresiasi atas pekerjaan yang telah terlaksana. Bukan diserang atau dijatuhkan yang jelas serentak membuat mundur. Oleh sebab itu, tak ada salahnya memberikan support dan apresiasi atas usaha dan jerih payah terhadap kompleks perumahan.

Baca juga: Jurus Mempertahankan Generasi Milenial

Kegiatan tidak monoton

Selain itu, merangsang kontribusi para pemuda dengan menyelenggarakan kegiatan yang beragam. Tidak monoton dan kaku. Mengingat selera mereka yang cenderung suka kekinian dan berkreasi seoptimal mungkin. Sedikit hal-hal yang berbau baru akan lebih diminati ketimbang yang itu-itu saja. Plus, dengan aktivitas yang beragam akan membawa dampak yang lebih baik pada lingkungan.  

Solusi riil pada masalah yang nyata

Tidak dipungkiri para pemuda mau bergerak aktif ketika sudah ada contoh atau solusi nyata untuk masalah-masalah yang sering dihadapi. Khususnya dari para pengurus lingkungan yang lebih senior. Dengan melihat dan merasakan langsung, mereka tidak akan ragu untuk meniru dan berbuat yang sama bagi tempat tinggalnya.

Dianggap sebagai mitra

Di samping itu, para pemuda kini tak ingin ditempatkan sebagai objek. Mereka sangat mendambakan posisi sebagai mitra. Layaknya rekan kerja dengan posisi profesional. Diajak bicara, diajak berdiskusi, diapresiasi ide-idenya, dihargai usahanya, dan mendapat kesempatan yang lebih.

Baca juga: Memahami Gaya Kerja Para Milenial

Bantuan dalam tahap yang wajar

Sementara itu dalam memberikan bantuan, berikan secukupnya saja. Misalnya sebatas petunjuk atau contoh-contoh nyata yang pernah dilakukan oleh para senior. Selebihnya serahkan kembali pada para pemuda untuk menyelesaikannya dengan tuntas. Terkecuali mereka masih membutuhkan bantuan lebih banyak. Adanya campur tangan, apalagi terlalu ketat dalam gerak aktif mereka, lama-lama akan melunturkan semangat mereka di kompleks. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments