30-2

Tindakan Bila Anak Mendapat Pelecehan Seksual

Pastinya tidak mudah menghadapi kenyataan jika anak sampai mendapat perlakuan pelecehan seksual. Tapi serumit apapun masalah yang ada, anak sangat membutuhkan orang tua. Berupa pendampingan dan tindakan yang tepat.

Mengapa harus tepat? Sebab jika sampai salah langkah, masalah tidak tuntas terselesaikan, anak juga dihadapkan pada masalah yang lebih berat lagi. Seperti trauma berkepanjangan dan melampiaskan emosi negatif pada hal yang tidak seharusnya. Jadi, penting sekali untuk diingat, keberadaan orang-orang terdekat sangat menentukan bagaimana anak bisa keluar dari perlakuan pelecehan.

Baca juga: Reaksi Tepat Orang Tua Ketika Anak Mengaku Pernah Melakukan Seks

Termasuk tidak menunda-nunda penanganan ketika menyadari anak menunjukkan gejala-gejala telah mendapat tindakan tak senonoh. Misalnya dari perubahan sikap atau anak memang langsung menceritakan tak lama usai kejadian. Semakin cepat orang tua, semakin baik dampaknya bagi anak itu sendiri.

Gali lebih dalam

Begitu menyadari atau mengetahui anak telah mendapat pelecehan seksual, gali lebih dalam. Gunakan pendekatan yang sekiranya anak nyaman untuk diajak bicara terbuka. Contohnya berdua saja di kamarnya. Ciptakan suasana yang tenang, sabar, dan tunggu hingga anak mau bicara yang sebenarnya.

Terutama tentang siapa pelakunya, seorang atau lebih, pelecehan dalam bentuk apa, sudah berapa kali, di mana, apakah ada teman atau orang lain yang melihat, dan sebagainya. Ingat, dalam proses penggalian informasi ini, sangat mungkin orang tua menjadi terkejut. Namun upayakan tetap dalam sikap yang stabil dan tenang agar anak juga tetap nyaman menarasikan kronologi dengan menyeluruh dan lengkap.

Baca juga: Mengapa Anak Rentan Menjadi Target Kejahatan Seksual

Dukung agar anak tetap berdaya dan berharga

Setelahnya, penting pula orang tua menyampaikan pada anak bahwa mereka tetap berharga. Tidak patut mendapat perlakuan tersebut, tidak ada yang harus ditakutkan dengan bercerita, tidak perlu takut pada pelaku. Justru tekankan ucapan terima kasih sudah mau cerita pada orang tua. Semata-mata untuk membuat anak tahu mereka adalah insan yang berdaya dan layak dihormati oleh siapa saja. Lebih dari itu, enyahkan pikiran bahwa ini adalah aib. Sebab sama saja membiarkan anak tenggelam dalam masalahnya dan membiarkan pelaku seenaknya.

Cari bantuan ke psikolog

Kenali sejauh mana tanda-tanda yang dialami oleh anak. Tak mesti harus di level berat, pada kadar ringan, andai dirasa perlu bantuan psikolog atau psikiater, bawa segera anak ke sana. Terlebih dari sisi orang tua juga mengalami kebingungan untuk memberikan bantuan yang tepat. Dengan bertemu psikolog atau psikiater, paling tidak, anak akan mendapat terapi, konseling yang memadai, dan pengawasan yang lebih terarah.

Klarifikasi ke tertuduh

Sementara itu, tentunya pihak pelaku tidak bisa dibiarkan. Ada baiknya orang tua harus segera melakukan klarifikasi langsung. Ajak pihak yang sekiranya punya wewenang untuk memediasi. Kumpulkan bukti-bukti supaya pelaku tidak mudah mengelak.

Baca juga: Perisai Anak Agar Terhindar Dari Kejahatan Seksual

Penyelesaian yang jelas dan tuntas

Di samping itu dibutuhkan penyelesaian yang jelas dan tuntas. Untuk membuat pelaku jera dan kapok, juga agar anak-anak lain tidak turut menjadi korban. Tak perlu ragu untuk membawa kasus pada pihak berwajib dan lembaga perlindungan anak, guna mendapat bantuan lebih lanjut. Kawal terus hingga pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments