08-2

Sepele Bagi Anda, Masalah Buat Tetangga

Drama sering tak bisa dipisahkan dalam hidup bertetangga. Ada saja kejadian yang membuat satu sama lain bermusuhan dan siap berperang. Sialnya, kadang dipicu oleh hal-hal sepele yang tidak disadari.

Biasanya ini dianggap sepele oleh si pemilik rumah, tapi tidak bagi tetangga. Tetangga merasa dirugikan dengan yang terjadi atas situasi maupun kejadian di rumah lain. Terutama kompleks rumah yang terlalu padat, jalan di kompleks yang sempit, dan tidak optimalnya sistem sosial seperti RT/RW di sana. Alhasil, sedikit ada perkara langsung memicu bara-bara permusuhan.

Baca juga: Ulah Tetangga Yang Bisa Diperkarakan Ke Ranah Hukum

Parkir dan suara mobil

Contohnya sejak dulu masalah parkir. Meletakkan mobil di jalan hingga menutup akses keluar masuk tetangga dan mobil lain yang mau lewat. Tak hanya itu. Masalah juga terjadi karena parkir kendaraan tamu yang tidak diperhatikan oleh pemiliki rumah. Apalagi mobil tak kunjung dimatikan hingga suaranya membuat tidak nyaman.

Menjemur sembarang

Yang sembarangan bukan hanya parkir, tapi juga jemuran. Menjemur di jalan yang sama saja mempersempit akses orang berlalu lalang. Kadang menjemur di pagar samping yang masuk ke area rumah tetangga atau menjemur di mana saja yang membikin suasana kompleks terkesan kumuh.

Jam bertamu

Tetangga ternyata bisa senewen saat kanan kirinya menerima tamu tanpa tahu jam kunjungan. Terlalu pagi atau terlalu malam. Terganggu oleh suara mobil, suara orang-orang mengobrol yang mungkin terlalu keras. Belum lagi saat ada anak kecil atau bayi di rumah yang ikut terusik tidurnya.

Baca juga: Menegur Tetangga Yang Suka Gaduh

Sampah yang tidak rapi

Lalu masalah sampah yang tidak rapi. Walau kadang sampah jadi berantakan karena ulah hewan liar, tetap saja yang disalahkan adalah pemilik rumah. Tetangga bisa jadi jengah dan menganggap yang lain tak peduli akan kebersihan bersama.

Anak suka main tanpa tahu waktu

Atau dipicu sikap anak-anak. Yang mana sering main tanpa tahu waktu. Mau diminta pulang tak enak sama orang tua. Sementara orang tuanya sendiri tak peduli anaknya di mana dan jam berapa mesti harus di rumah.

Rumah sebagai tempat usaha

Sebenarnya tidak ada masalah menjadikan rumah sebagai tempat usaha. Bisa menjadi persoalan ketika aktivitas usaha sudah menimbulkan perkara. Misalnya bahan-bahan usaha menimbulkan pencemaran, terlalu banyak pekerja berkerumun sehingga tetangga juga tidak leluasa beraktivitas.

Tanaman rimbun

Tanaman rimbun dalam satu sisi mendatangkan kesejukan. Tapi di sisi lain juga menimbulkan malapetaka. Apalagi sudah masuk ke bagian properti tetangga karena tak kunjung dirapikan, jadi sarang binatang liar seperti ular, dan sebagainya.

Air bekas menggenang di jalan

Rajin cuci mobil atau motor tentu perbuatan baik. Namun jika kemudian bekas air sampai menggenang di jalan pasti membuat yang lain sewot. Jalanan becek, lumpur siap mengotori siapa saja yang lewat.

Baca juga: Tetap Harmonis Dengan Tetangga

Terlalu sering ada acara

Sesekali mengadakan acara di rumah tak masalah. Tapi bila sering lain lagi ceritanya. Tak hanya suaranya yang mengganggu. Jumlah tamu yang massal pun membikin gerah tetangga yang ingin tinggal nyaman di lingkungan rumahnya sendiri.

Binatang peliharaan ke mana-mana

Binatang peliharaan yang suka ke mana-mana, apalagi sudah masuk rumah orang tanpa izin pasti memicu perkara. Contohnya mau mengambil makanan dan kadang tanaman di halaman ikut jadi korban. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments