01-2

Tanda-Tanda Diet Tidak Sehat

Diet sering ditempuh untuk mencapai berat badan ideal. Sayangnya, tidak semua dilakukan dengan benar. Sehingga menimbulkan tanda-tanda perubahan yang jelas ada di tubuh.

Hal ini biasanya dilatarbelakangi oleh minimnya tentang pengetahuan diet yang sehat dan aman. Atau ingin segera turun berat badan lalu menghalalkan cara apa saja. Walau pada akhirnya memang berat yang diinginkan bisa terwujud, tapi meninggalkan dampak tidak menyenangkan.

Baca juga: Diet Sehat Pasca Melahirkan

Karena itu, ada baiknya sebelum memulai diet, cari tahu informasi sebaik-baiknya. Seperti berkonsultasi pada dokter gizi perihal metode diet tertentu atau ingin meniru cara diet idola. Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit. Sangat mungkin dari teknik diet yang salah kaprah makin memicu penyakit ke level parah.

Dan ingat, diet bukan berarti tidak makan sama sekali. Tapi mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

Tanda nyata pada tubuh

Tubuh akan langsung mengeluarkan sinyal-sinyal kuat ketika diet yang dijalani salah. Di antaranya bagian perut akan mengalami begah dan kembung sepanjang hari. Perut juga sering terasa lapar yang amat sangat, diiringi urusan buang hajat yang tidak teratur. Lalu wajah mulai terlihat kusam akibat kulit mengalami kekeringan dan bibir pecah-pecah, ditambah rambut rontok.

Jika diet yang salah terus dijalani, maka berpengaruh pula pada imunitas tubuh. Dari mulai mudah terserang penyakit. Selain itu mudah lelah, tidak berenergi, serta gampang kedinginan.

Kondisi mental

Dampaknya juga terasa pada mental. Dimulai dari perut yang terasa lapar dan kosong, maka pikiran pun tidak fokus. Alhasil perasaan atau emosi jadi mudah berganti-ganti. Serta rentan membuat seseorang mengalami stres dan depresi. Mengingat menjalani diet yang penuh tekanan.

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun Yang Menyerang Banyak Wanita

Salah menu konsumsi

Di samping itu, diet yang tidak sehat berhubungan dengan pemilihan menu konsumsi yang salah. Seperti mengabaikan sarapan yang justru menimbulkan obesitas dan gangguan hormon insulin. Lalu menghilangkan karbohidrat dari piring makan, tapi berlebihan dalam menelan protein dan lemak. Makin salah bila dalam menu diet sama sekali tidak mengandung serat. Terutama dari sayuran dan buah-buah segar.

Kesalahan menu juga kerap terjadi ketika tidak memperhitungkan kalori dalam minuman. Sebab, minuman ringan atau jus sekalipun ternyata punya kadar kalori serta gula yang tinggi. Sepertinya mendukung langkah diet, tapi diam-diam seperti teman yang menghanyutkan.

Pakai cara ekstrem

Diet jelas salah ketika orang yang menjalani memilih untuk memakai cara-cara ekstrem. Dengan harapan tujuan yang diinginkan lebih cepat terkabul. Contohnya apa? Memuntahkan kembali makanan yang sudah ditelan. Hanya untuk mengenyangkan perut sesaat, lalu dikeluarkan karena takut berubah jadi lemak. Hasilnya bukan saja membuat tubuh jadi sakit, tapi juga merupakan gangguan psikologis yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Waspadai Gangguan Pola Makan Baru!

Menggunakan bantuan obat instan

Hati-hati jika Anda menempuh diet dengan bantuan obat-obatan instan. Seperti obat pelangsing yang dipercaya cepat menurunkan berat badan. Tapi sesungguhnya dampak yang dirasakan pada tubuh adalah diare berlebihan. Sebab obat pelangsing sedikit banyak mengandung zat pencahar. Plus rentan merusak organ-organ dalam tubuh hingga ke taraf fatal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments