14-2

Olah Emosi Bagi yang Pekerjaannya Menuntut Keramahan

Keramahan dalam melayani konsumen sangat ditekankan bagi beberapa jenis pekerjaan. Tapi ada dampak besar yang mesti ditanggung. Sebab meski terlihat ramah, emosinya belum tentu stabil atau terjamin.

Hingga akhirnya berdampak pada pemilik profesi itu sendiri. Juga terasa pada orang-orang di sekitarnya, misalnya keluarga. Merasakan kelelahan yang luar biasa dari sisi psikologis, kejiwaan, perasaan, maupun jasmani.

Baca juga: Cara Merdeka Dari Drama Di Kantor

Lantaran keramahan yang merupakan bagian dari pekerjaan telah memanipulasi emosi diri sendiri. Apapun yang terjadi dan bagaimana situasi, harus berpegang pada prinsip konsumen adalah raja. Sehingga senyum, pandangan mata yang sejuk, menyapa, menjelaskan berulang-ulang, memperlihatkan gesture tubuh bersahabat harus ada setiap saat. Sementara masalah pribadi, emosi dominan pada diri, dan bagaimana menyebalkannya konsumen tidak boleh memberikan pengaruh sama sekali.

Karena itu demi menghindari buruknya kualitas kesehatan mental, seperti stres berkepanjangan dan depresi, ada baiknya selalu mengolah emosi. Semacam tameng guna menjamin tetap waras dan tetap profesional.

Patuhi aturan

Bukan mengingkari beratnya beban pekerjaan, tapi seberapapun besarnya tantangan yang harus dijalani, tetap patuhi aturan. Laksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan kontrak atau panduan kerja. Terutama tetap senyum dan ramah memberikan pelayanan pada konsumen.

Agar pekerjaan dapat selesai dengan baik serta memuaskan. Alhasil Anda tidak perlu menambah masalah lagi bila yang terjadi adalah sebaliknya, mengabaikan aturan yang telah dibuat dan diprotes konsumen. Sudah lelah, masalah jadi bertambah.

Selesaikan sebaik-baiknya

Tantangan pada emosi dan mental kian berat ketika ada masalah tertentu yang tak kunjung selesai. Karenanya jangan menunda, berpura-pura tidak tahu, mengalihkan pada rekan yang lain, atau justru menunjukkan emosi negatif pada klien. Di situasi seperti ini, mau tidak mau, jalan satu-satunya hanya menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya.

Tapi bukan berarti Anda tidak boleh mengambil jeda. Untuk menuntaskan sekian tumpuk beban pekerjaan strategi khusus juga perlu dimainkan. Karenanya jangan segan memberi istirahat pada diri sendiri. Guna mendatangkan fokus dan semangat kembali bekerja.

Baca juga: Lebih Sukses Dengan Latihan Ringan Di Kantor

Segera cari ruang pengalihan

Segera cari ruang pengalihan begitu jam istirahat tiba. Tak harus ruang makan, terpenting di mana ada tempat lain selain ruang bekerja. Seperti ruang terbuka hijau untuk menghirup udara segar dan kesempatan makan siang bersama teman. Tujuannya untuk memberi sentuhan berbeda pada tubuh dan pikiran agar lebih rileks.

Lampiaskan dengan sehat

Di lain waktu coba pikirkan langkah sehat untuk melampiaskan semua emosi yang sudah dirasa di tempat bekerja. Seperti olahraga yoga yang efektif menenangkan, tinju untuk mengeluarkan beban pikiran, menghadiahi diri sendiri, makan menu kesukaan, liburan ke tempat wisata bersama orang-orang terkasih, dan sebagainya. Lakukan saja, nikmati, namun tetap waspadai batasannya supaya tidak kelewat batas.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental Selama Corona Melanda

Minta bantuan

Jangan ragu untuk meminta bantuan ketika sudah merasa sangat tidak nyaman. Misalnya mengajukan keluhan pada kantor untuk memberikan keringanan dan pindah ke divisi lain, minta bantuan dari psikolog, curhat pada teman, atau opsi lain. Sebab semakin cepat mendapat bantuan, jaminan untuk tetap waras juga terus tergaransi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments