04-2

Penting Dilakukan Saat Payudara Anak Mulai Membesar

Tubuh perempuan terus mengalami siklus perubahan. Tidak hanya menstruasi, tapi juga payudara yang mulai membesar. Biasanya ini akan jadi problem buat anak yang menginjak usia remaja. Berikan pendampingan agar mereka siap dengan perkembangan tubuhnya sendiri.

Pertumbuhan payudara pada anak berbeda-beda. Ada yang sangat lambat, normal, atau terlalu cepat. Namun rata-rata akan mulai membesar di rentang usia 8-13 tahun. Dan baru berhenti mengembang pada 18 tahun atau 20-an. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor keturunan, asupan nutrisi, lifestyle, dan naik turunnya hormon.

Baca juga: Menyiapkan Anak Gadis Menerima Haid Pertama

Pada saat mulai tumbuh, payudara akan memiliki benjolan di bawah puting susu. Area di sekitar dada terasa lebih lunak. Tidak menimbulkan rasa sakit apapun, hanya saja kemungkinan sedikit gatal. Juga pastinya payudara tampak lebih berisi. Dari luar dada yang biasanya terlihat rata, kini mulai menonjol.

Bentuk baru yang sering membuat kikuk anak atau remaja perempuan. Banyak pula yang jadi tak percaya diri karenanya.

Siklus yang normal

Berikan pemahaman ke anak bahwa pertumbuhan payudara merupakan siklus normal. Bahkan ketika anak masih dalam kandungan, jaringan persusuan itu sudah terbentuk. Seiring bertambahnya usia seorang perempuan, payudara pun ikut tumbuh. Makin intens ketika anak mengalami menstruasi pertama kali.

Perlu ditambahkan pula mengenai tujuan dari payudara membesar. Salah satunya untuk kelancaran proses menyusui. Di mana aerolia (daerah lingkaran di sekitar puting) dan puting susu turut besar. Serta membentuk gundukan di tengah payudara. Area yang nantinya dipersiapkan untuk memudahkan anak bayi menyusu.

Di samping memang payudara adalah organ tubuh yang membutuhkan perlakuan khusus. Lantaran banyak penyakit siap mengintai jika abai terhadapnya. Sehingga sedari payudara itu tumbuh, anak mesti lebih perhatian terhadap apa yang dia punya.

Baca juga: Mengintip Problem Anak Remaja

Memakai miniset atau bra tanpa kawat

Sarankan pada anak untuk memakai miniset atau bra tanpa kawat. Juga tanpa busa bantalan dan tanpa karet pinggang yang tebal. Tujuan memakai miniset tanpa kawat hanya untuk menyamarkan benjolan payudara saja.

Dalam tahapan ini, secara tidak langsung anak juga terbiasa mengenakan bra dengan rutin. Namun, ada baiknya tetap sesuaikan dengan kenyamanan dan kesiapan anak. Begitu pula bila kelak nanti payudara semakin bertambah besar, bra dengan kawat (atau tanpa kawat) perlu direkomendasikan. Sebab lebih mampu menahan beban. Payudara anak dari luar pun tidak kelihatan menggantung.

Bekal pendidikan seks

Payudara yang tumbuh juga beriringan dengan indung telur yang mulai memproduksi hormon seksual, yaitu estrogen. Fenomena yang menandai kematangan seksualnya juga. Karenanya bekali mereka dengan pendidikan seks. Lewat bahasa yang mudah dimengerti. Khususnya dalam merawat serta melindungi payudara.

Baca juga: Ketika Menemukan Benjolan Di Payudara

Mengenali gejala tertentu

Ajarkan anak untuk dapat mengenali tanda-tanda tertentu yang mengharuskannya segera periksa ke dokter. Di antaranya pada payudara terasa nyeri, gatal berlebihan, keluar cairan bukan asi, ada benjolan tidak wajar, puting susu yang menjorok ke dalam, luka yang berulang kali datang dan tak kunjung sembuh. Semakin dini mengenali, semakin baik untuk langkah proteksi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments