03-2

Lakukan Ini Jika Ditelpon Debt Collector Karena Utang Teman

Sudah banyak kejadian mendadak didamprat debt collector via telepon. Sayangnya bukan karena ulah kita, tapi akibat tunggakan utang online teman. Bagaimana kita menyikapinya?

Hal ini tidak terlepas dari adanya nomor sendiri yang tersimpan di ponsel teman. Pihak leasing atau debt collector merasa punya wewenang dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di ponsel. Dari foto, video, nomor telepon, lalu lokasi akan dilacak sedetail mungkin.

Baca juga: Waspada Utang Ke Pinjaman Utang Online Ilegal

Lewat telepon mereka cenderung melakukan lisan yang kasar. Tidak jarang melakukan ancaman atau teror jika tunggakan utang tidak segera dilunasi. Bahkan kadang menyebutkan bakal mendatangi langsung jika teman tak kunjung beriktikad baik. Padahal kita tidak tahu akar permasalahannya. Dan pastinya mendapat teguran seperti ini akan menimbulkan masalah tersendiri. Tidak berbuat tapi harus menanggung akibat.

Tetap tenang

Walau tidak menyenangkan mendapat telepon seram dari debt collector, tetap tenang. Tahan diri untuk bereaksi. Lebih baik dengarkan segala perkataan mereka meski berlangsung panjang. Dengarkan saja hingga tuntas. Langkah ini akan membuat mereka juga tidak berbuat lebih nekat.

Sebaliknya, gegabah mengeluarkan kata akan rentan diputarbalikkan mereka sebagai serangan lagi. Makin menghabiskan tenaga dan pikiran hanya untuk menanggapinya. Jadi, sekali lagi, tenang dan tanamkan dalam pikiran Anda bukan orang yang berbuat salah.

Balas dengan tegas

Jika mereka sudah selesai berbicara atau meminta Anda bicara, ambil kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Ucapkan dengan tegas, tapi tidak harus bersuara keras. Intinya adalah ketegasan yang perlu disampaikan ke mereka.

Katakan Anda tidak tahu menahu tentang persoalan utang dan tunggakan. Persilakan para penagih menghubungi ke yang bersangkutan, bukan ke nomor Anda. Jika ada ancaman dan sebagainya, berarti sudah ada tindakan pidana yang bisa Anda perkarakan secara hukum. Tegaskan lagi, silahkan berbicara sesukanya tapi Anda tidak ada sangkut pautnya dengan utang.

Jika debt collector memotong pembicaraan Anda atau masih melanjutkan ancaman, tutup telepon saja. Tidak ada gunanya masih menanggapi.

Baca juga: Mengapa Mereka Yang Utang Lebih Galak Saat Ditagih?

Laporkan

Lalu laporkan tentang telepon tadi. Anda bisa langsung menghubungi via telepon atau email. Menyebutkan data terperinci dan kronologi kejadian. Di antaranya ada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan kantor polisi.

Blokir

Segera blokir nomor debt collector yang menghubungi tadi. Tutup akses semua nomor yang digunakan, sebab ada kemungkinan mereka akan menggunakan nomor yang berbeda-beda. Kadangkala mereka juga akan menggunakan trik lain. Seperti membuat grup di aplikasi percakapan dan media sosial. Tujuannya untuk berbuat teror dan menagih utang. Segera keluar dari grup dan blokir juga agar mereka tidak mendapat peluang lagi mendekati Anda.

Baca juga: Agar Piutang Tak Bikin Bertengkar

Sampaikan pada teman

Selain itu, jangan ragu untuk berkata langsung pada teman jika Anda sudah terganggu. Mungkin teman sudah terbebani dengan tunggakan utang dan diteror pula oleh debt collector. Akan tetapi, teman juga perlu tahu risiko dari pinjam online yang tidak diperhitungkan sebelumnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments