01-2

Modus Kriminal Yang Sering Menyasar Rumah

Kini modus kriminal menyasar rumah kian beragam dan profesional. Dari berpura-pura hingga mengelabui untuk membuat pemilik rumah tak menyadari. Ketimbang merugi, kenali bentuk-bentuk modus yang sering dilancarkan pelaku kriminal.

Terutama untuk rumah tinggal yang terbilang empuk sebagai sasaran. Contohnya terpisah jauh dari rumah-rumah yang lain, tidak mempunyai jaringan keamanan atau sistem sosial yang kuat, dan rumah kosong. Baik siang maupun malam, pelaku tidak akan segan mengincar. Lantaran menganggap rumah tinggal tidak mempunyai faktor penolong terdekat. Dilakukan terang-terangan, tak ubahnya seperti preman yang menodong uang.

Baca juga: Cara Efektif Cegah Maling Masuk Rumah

Walau kerap diawali dengan bahasa yang ramah, tetap saja modus yang dijalankan jangan sampai sukses. Pemilik rumah harus sebisa mungkin mencegah dan mengantisipasi. Mengenali ciri-cirinya agar tidak mudah dikelabui atau malah membuka pintu lebar-lebar untuk mereka. Lebih baik antisipasi, daripada sesaat setelahnya, tak bisa dibayangkan dampaknya. Pada diri sendiri dan juga anggota keluarga yang lain.

Paket misterius dan COD

Seiring dengan beralihnya gaya belanja, dari luring ke daring, hati-hati. Sebab banyak yang memanfaatkan salah satu metode pembayaran yakni cash on delivery (COD). Pemilik rumah tiba-tiba mendapat kunjungan kurir dengan sebuah paket. Tidak pernah merasa pesan, tapi nama dan alamat tujuan benar. Kurir akan meminta sekian rupiah sesuai dengan nilai barang.

Jika suatu hari memperoleh kiriman paket misterius seperti ini, sebaiknya tolak saja. Katakan tidak memesan dan minta ke kurir untuk mengembalikan pada alamat pengirim asal. Juga jangan sekali-kali membuka kotak paket atau memberi uang.

Perampok berkedok penyemprotan disinfektan

Pelaku kriminal saat ini juga gemar menggunakan modus di balik pemusnahan virus. Berbekal alat penyemprotan dan surat pengantar abal-abal dari pihak yang dianggap berwenang, pelaku akan mencoba masuk rumah.

Begitu masuk dan pemilik rumah sedikit lengah, pelaku akan segera beraksi. Menggasak barang-barang berharga atau setelah selesai menyemprotkan cairan disinfektan meminta bayaran di luar harga normal.

Baca juga: Intip Isi Asuransi Rumah

Penipu pura-pura membeli atau menyewa

Waspadai jika ingin menjual rumah atau menyewakannya. Banyak sekali penipu yang berpura-pura memanfaatkan transaksi untuk meraup untung. Hindari sejak awal membiarkan mereka melihat-lihat rumah dengan bebas tanpa dikawal. Atau tunda memperlihatkan surat-surat penting yang berhubungan dengan rumah. Salah-salah dapat diambil dan diduplikasi oleh mafia tanah dengan seenaknya.

Ancaman debt collector

Satu lagi yang tak kalah mengkhawatirkan. Tanpa diundang, debt collector datang. Yang seram adalah mengancam bukan berdasar perbuatan kita. Melainkan atas tunggakan orang lain yang tak kunjung dibayar. Seperti utang pinjaman online.

Entah benar tidaknya tuduhan yang dilancarkan para penagih ini, jangan mau kalah. Jika tidak bisa menunjukkan bukti kuat, tetap memaksa atau terlihat gelagat bakal terjadi kekerasan, segera minta bantuan. Teriak saja yang kencang untuk menarik perhatian dari orang-orang sekitar.

Baca juga: Merawat Kantor Atau Bangunan Yang Jarang Terpakai

Meminta sumbangan

Selain itu jangan mudah terbujuk rayu para pelaku yang suka memanfaatkan belas kasih orang lain. Mereka akan meminta sumbangan, seperti untuk bencana atau fakir miskin. Waspadai, sebab belum tentu hasil sumbangan kita sampai pada tangan yang disebutkannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments