31

Tetap Produktif Berkat Penanganan Alergi yang Tepat

Alergi berupa gatal-gatal, bersin-bersin, hingga asma bisa sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas. Apalagi bila alergi muncul ketika seseorang telah dewasa. Alergi yang muncul ketika dewasa kemungkinan terjadi karena seseorang terus menerus terpapar oleh alergen, atau karena daya tahan tubuh yang menurun. “Kualitas udara dan lingkungan yang memburuk juga bisa menyebabkan reaksi alergi muncul setelah dewasa,” ujar dr. Prasna Pramita, SpPD, K-AI, FINASIM, MARS, dokter spesialis penyakit dalam RS Premier Bintaro.

Alergi sangat erat kaitannya dengan daya tahan tubuh. Faktor-faktor risiko yang bisa menurunkan daya tahan tubuh, antara lain kehamilan, terkena penyakit kronis, terkena infeksi, terlalu banyak pemakaian antibiotik, atau sedang bepergian jauh.

Kontrol dengan Tepat

Untuk mengatasi alergi perlu pemeriksaan secara keseluruhan. “Perlu dilakukan tes alergi, tes tempel, tes tusuk, dan tes darah. Lewat tes tersebut dapat diketahui seseorang alergi terhadap apa saja,” terang dr. Prasna.

Mengetahui alergen atau pencetus alergi sangat penting, karena dengan begitu seseorang dapat menghindari penyebabnya. “Alergi ketika dewasa memang tidak bisa hilang, tapi bisa dikontrol. Dengan begitu kualitas hidup bisa lebih baik dan tetap produktif,” ujar dr. Prasna.

Agar hidup tak terlalu direpotkan oleh alergi, dr. Prasna juga menyarankan orang yang memiliki alergi untuk melakukan vaksinasi, seperti vaksinasi flu dan vaksinasi pneumonia. Terutama bagi pasien alergi yang menderita asma.

dr. Prasna Pramita, SpPD, K-AI, FINASIM, MARS

Perhatikan Nutrisi

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kecukupan nutrisi, terutama vitamin D3, zinc, dan zat besi. “Rata-rata pasien saya yang menderita alergi memiliki kadar vitamin D3 yang rendah,” kata dr. Prasna. Padahal, sumber vitamin D3 sangat melimpah, yaitu sinar matahari. Menurut dr. Prasna, gaya hidup yang sibuk kemungkinan menyebabkan orang kurang terpapar sinar matahari, sehingga kekurangan vitamin D3.

Kekurangan vitamin D bisa mengganggu metabolisme, yang akhirnya akan menurunkan daya tahan tubuh. Dengan menjaga agar kebutuhan ketiga nutrisi tetap tercukupi, kemungkinan timbulnya reaksi alergi juga bisa diperkecil. Semakin langka reaksi alergi muncul, semakin bebas Anda beraktivitas. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments