30-2

Cara Ramah Ajak Suami Beres-Beres Rumah

Sepertinya sepele, tapi ternyata tidak mudah mengajak suami untuk ikut membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah. Salah strategi malah membuat mereka kian antipati. Karenanya butuh cara yang jitu dan ramah.

Banyak penyebab mengapa selama ini banyak suami yang tak berinisiatif membantu istri di rumah. Dari kuatnya budaya patriarki yang menanamkan nilai kenormalan bahwa rumah dan anak adalah urusan tunggal si istri. Hingga dari kecil memang tidak dibiasakan membantu atau memenuhi kebutuhan domestiknya sendiri.

Baca juga: Mengapa Suami Perlu Terlibat Dalam Pekerjaan Rumah Tangga?

Alhasil ketika tumbuh dewasa dan masuk dalam hidup pernikahan, segala pekerjaan rumah tangga tidak dianggap sebagai bagian atau tanggung jawabnya. Tugasnya seolah-olah khusus mencari nafkah. Tanpa dapat memahami bagaimana repotnya istri mengurusi rumah dan menjaga anak. Belum lagi ketika istri juga memiliki pekerjaan yang tak kalah sibuknya sembari masih harus menemani anak belajar.

Bilang terus terang

Perlu diingat bagi para istri, ada baiknya sejak awal tidak menggunakan “kode-kodean”. Dengan harapan suami akan otomatis mengerti. Istri perlu mengajak suami berbicara langsung. Duduk, suasana yang diciptakan nyaman, lalu utarakan maksud dari obrolan.

Tegaskan bahwa istri ingin suami ikut menyelesaikan pekerjaan harian di rumah. Maksud yang jelas akan lebih mudah dicerna oleh para lelaki ketimbang menggunakan kode tertentu. Misal hanya diam atau membanting cucian piring.

Fokus pada butuh bantuannya

Dalam obrolan, coba tetap fokus yang terarah pada perlunya uluran tangan dari suami. Sertakan pula berbagai alasan di belakangnya. Mulai dari banyaknya tugas harian yang membuat kewalahan istri, ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan, ada anak yang perlu ditemani belajar, juga kebutuhan anak lain yang tidak bisa dikesampingkan.

Jika suami masih tampak enggan, tambahkan bahwa membantu istri itu bukan sesuatu yang salah. Atau bakal menurunkan derajatnya sebagai seorang pria. Justru akan baik bagi relasi suami istri dan role model langsung bagi anak.

Baca juga: Bantuan Suami Untuk Menghilangkan Insecure Istri Usai Melahirkan

Hindari berkata kasar atau sinis

Hindari mengajak suami lewat lisan yang kasar atau sinis. Contohnya, “Bantu sedikit dong, kamu dari tadi tidak melakukan apa-apa kan?” Kalimat seperti ini sangat rentan membuat suami rentan dan makin ogah membantu. Apalagi yang punya sifat bawaan mudah marah. Bukannya tergerak menyadari kerepotan istri, yang ada suami merasa tidak dihargai posisinya.

Mulai dari yang sederhana

Untuk mengajak dan kemudian membuatnya suka, mulai dari pekerjaan yang sederhana. Tapi rutin dan berkala. Misalnya membantu mencuci piring tiap pagi atau petang. Sehingga suami juga tidak merasa langsung dibebani.

Apresiasi

Mungkin hasil pekerjaan suami tidak sempurna. Tak semaksimal bayangan istri. Akan tetapi hindari menyebutkan celanya di mana. Ganti dengan apresiasi. Karena dengan memberi pujian akan membuat suami merasa dihargai dan mendapat terima kasih sudah mau mencoba.

Baca juga: Rahasia Pernikahan Tetap Mesra Selama Di Rumah Saja

Lakukan bersama

Ambil trik dengan melakukannya bersama. Misalnya sama-sama menyelesaikan pekerjaan di pagi hari. Istri bagian membuat sarapan dan memandikan anak, suami kebagian menyapu dan mencuci piring. Suami tidak merasa bekerja sendirian, melainkan pada istri yang juga sedang menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments