28-2

Bentuk Nyata Menjaga Persatuan Saat Pandemi 

Persatuan sangat dibutuhkan di situasi pandemi seperti sekarang ini. Terlebih pandemi telah nyata menggerus aktivitas ekonomi. Imbasnya banyak orang kehilangan mata pencaharian. Juga mengurangi intensitas sosial dan silaturahmi yang berpengaruh ke kesehatan mental. Sehingga rentan sekali timbul perpecahan. Baik itu sifatnya mengarah ke horizontal maupun arah vertikal.

Baca juga: Meneladani Pancasila Guna Menjaga Kesatuan Bangsa

Langkah konkrit perlu dilakukan dengan segera. Mencegah munculnya benih-benih permusuhan di antara sesama. Serta setiap saat waspada terhadap pihak-pihak yang memang selama ini gemar melakoni tindakan provokasi untuk adu domba. Jangan sampai pandemi yang senyatanya sejak awal adalah perkara di lingkup kesehatan, malah jadi celah untuk mengobok-obok ketenangan dan keeratan hidup bersama.

Sama dalam kemanusiaan

Sadari bahwa negara ini amat majemuk. Khususnya suku bangsa, agama, dan segala kekayaannya. Di satu sisi bisa dianggap potensi, namun di sisi lain bisa jadi sasaran empuk untuk bahan pemecah belah.

Maka dari itu, jangan sampai perbedaan yang tercipta oleh kondisi lahiriah harus dimaknai sebagai pertentangan. Walau memang benar berbeda dalam suku dan agama, tapi ada baiknya lebih memprioritaskan kesamaan dalam nilai-nilai kemanusiaan.

Santun di dunia maya

Gaya komunikasi kini sangat mengandalkan dunia maya. Alternatif dari adanya pembatasan tatap muka. Memberi kemudahan, di samping kerap melenakan. Sebab siapa saja dapat mengakses tanpa batas.

Karenanya, selalu bijak dalam berinternet dan bermedia sosial. Saring dan bagikan informasi yang benar. Berikan komentar yang santun. Semata-mata untuk menjaga tertib dan harmoninya kehidupan.

Baca juga: Mengapa Orang Mudah Berkomentar Negatif Di Media Sosial?

Mematuhi protokol kesehatan

Pandemi belum usai. Meski capek karena setiap saat harus melaksanakan protokol kesehatan, jangan sampai sesaat kita lengah. Pasalnya, tetap patuh menjalani 5M beserta berbagai aturan yang telah ditetapkan akan mempercepat selesainya pandemi. Sebaliknya, tidak patuh dan malah suka melanggar, di mana kemudian kasus penyebaran meningkat tajam sangat intensif melanggengkan penularan Covid-19 di mana-mana.

Tidak menghasut

Berikutnya adalah menjaga persatuan melalui sikap sehat, yakni tidak menghasut satu sama lain. Menghindarkan diri dari upaya provokasi dan memprovokasi. Bila ada situasi yang tidak disetujui sebaiknya didiskusikan dengan kepala dingin. Bukan dengan menggalang dukungan untuk berbuat di luar batasan yang wajar.

Berkontribusi nyata

Kemudian berkontribusi nyata. Melakukan aksi langsung yang bisa memberikan dampak posiitif bagi diri sendiri dan orang lain. Terutama untuk mengatasi imbas dari pandemi. Misalnya dari hobi yang dimiliki kemudian dikembangkan sebagai sumber pemasukan dan mampu merekrut banyak orang. Atau melakukan inisiasi di lingkungan terdekat pengelolaan sampah-sampah medis bekas rumah tangga agar tidak mencemari.

Baca juga: Mengenalkan Makna Berbagi Pada Si Kecil

Saling berbagi

Tidak lupa pula untuk saling berbagi. Saat ini banyak yang membutuhkan, terutama kebutuhan dasar yang harus terus dipenuhi. Begitu juga berbagi untuk kepentingan edukasi anak-anak. Lantaran tidak semua anak dapat mengakses pendidikan daring secara optimal. Seperti terbatasnya kemampuan membeli kuota dan tidak memiliki perangkat belajar yang memadai. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments