27-2

Ketika Atasan Melakukan Korupsi

Serba salah ketika mengetahui atasan sendiri melakukan korupsi. Tidak ikut berbuat tapi bisa kena getahnya. Jadi harus bagaimana?

Inilah dilema yang sering dihadapi para bawahan. Punya atasan yang punya hobi menggelapkan yang bukan haknya, harus siap kapan saja tertimpa masalah. Dihadapkan pula pada berbagai pilihan yang serba pelik. Ingin menutup mata pura-pura tak tahu sama saja dengan membiarkan. Tapi melaporkan khawatir dengan karier di kantor. Apalagi ada kebutuhan anggota keluarga di rumah yang masih harus ditanggung. Seperti istri, anak, dan orang tua.

Baca juga: Mematahkan Mata Rantai Korupsi Di Generasi Muda

Makin rumit lagi saat mendadak nanti atasan ternyata ketahuan dan diajukan ke ranah hukum. Sebagai bawahan tentu tak bisa lepas begitu saja. Minimal akan terlibat dalam proses penyelidikan. Di mana mau tak mau berpengaruh pada reputasi diri sendiri. Walau ke depannya diputuskan tidak berperan dalam urusan korupsi, namun jika sudah pernah masuk dalam sorotan pidana, rasanya sulit untuk membersihkan nama. Juga mendapat kepercayaan dari masyarakat atau tempat lain untuk memulai pekerjaan yang baru.

Terus bersih

Situasi memang tidak mudah. Serba berat dan buntu. Akan tetapi tetap selalu pegang prinsip terus putih. Selalu bersih, dan jangan sampai sedikit pun terjebak atau tergoyahkan untuk ikut terlibat.

Juga hapus jauh-jauh berada dalam wilayah abu-abu atau bahkan hitam sekalian. Abu-abu di sini dimaksudkan sebagai mendiamkan meski tidak ikut melakukan atau membenarkan atas dasar alasan khusus. Sementara hitam dimaknai pada akhirnya turut berperan aktif. Langkah yang kadang dilakukan daripada merasa sendirian atau tergiur oleh manfaat sesaat yang didapat.

Jangan mau diajak atau diberi

Jangan sekali-kali mau diajak atau diberi. Baik berupa uang atau barang. Yang nantinya dapat dianggap sebagai sogokan agar para bawahan tutup mulut atas perilaku atasan. Jika disodori dengan berbagai cara, tolak dengan tegas.

Baca juga: Kala Atasan Baperan

Tetapi bagaimana jika tanpa sepengetahuan sudah ada uang yang diletakkan dalam laci meja atau bingkisan barang dikirim ke rumah? Bila ada di meja kerja, ambil dan letakkan pada bagian HRD. Katakan ketidakjelasan asal usul uang tersebut. Jika dikirim ke rumah jangan diterima. Minta pada kurir untuk mengembalikan pada pengirim awalnya.

Laporkan

Tidak ada korupsi yang bisa ditoleransi. Apapun alasannya. Semuanya harus berjalan sesuai dengan peraturan dan tata hukum yang berlaku. Karenanya, laporkan pada petugas yang berwenang. Sertakan barang bukti untuk memperkuat aduan.

Tak usah takut akan menerima dampak pada diri atau keluarga di rumah. Selama benar dan laporan bisa dipertanggungjawabkan, justru atasan yang bakal hati-hati. Terlebih sudah ada badan perlindungan saksi yang siap melindungi.

Baca juga: Elegan Menyanggah Ide Atasan

Ajukan pindah

Andai sudah menempuh melaporkan tapi tak kunjung berbuah manis, malah diri sendiri mendapat tindakan yang buruk, ajukan pindah. Dapat ke divisi lain, kantor cabang di luar kota, atau keluar sekalian mencari pekerjaan yang baru.

Pindah bukan berarti kalah. Karena pada dasarnya, ujung dari perjuangan adalah ketika kita sudah melakukan semaksimal yang kita bisa. Hasilnya serahkan pada yang berwenang dan tangan-tangan gaib yang membantu, seperti kuasa Tuhan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments