26-2

Tak Perlu Resah Saat Anak Mimpi Basah

Tidak hanya harus siap menghadapi masa pubertas anak remaja perempuan. Orang tua juga perlu siap ketika mendapati anak laki-laki mulai mengalami mimpi basah. Agar anak mendapat wawasan yang benar dan tidak resah berlebihan.

Di dunia medis, mimpi basah disebut juga dengan nocturnal emission. Ejakulasi yang terjadi pada pria tidur tanpa adanya rangsangan seksual. Rata-rata mulai dialami saat anak berada di usia 12 tahun ke atas. Tapi ada pula yang mengalaminya terlalu dini. Yakni di usia 9 tahun.

Fenomena menjelang remaja atau masa pubertas ini tidak lain karena dipicu oleh hormon testosteron yang akan memproduksi sperma. Dibarengi dengan bagian penis yang akan mulai membesar dan tumbuh rambut di sekitar. Ada perubahan suara, massa otot, dan tinggi badan bertambah 7-8 cm setiap tahun.

Baca juga: Cara Menghargai Privasi Remaja

Nah, tak ubahnya seperti anak perempuan. Anak laki-laki sering tidak tahu seluk beluk dan bagaimana menghadapi mimpi basah yang mereka terima. Ada rasa malu, takut, cemas, khawatir, dan menganggap sebagai aib ketika pertama kali mendapati. Karenanya pendampingan dari orang tua sangat diperlukan.

Ayah atau ibu?

Pertanyaannya kemudian apakah sebaiknya ayah atau ibu yang melakukan pendampingan? Jawabannya terletak pada bagaimana kondisi keluarga masing-masing. Jika keberadaan ayah dinilai lebih pas untuk mengajak berbicara anak tentu sah-sah saja. Lagipula sebagai sesama lelaki, anak akan mudah terbuka dan bicara blak-blakan.

Tapi bila ayah tak ada, sebenarnya tak ada masalah ibu yang menggantikan peran tersebut. Seminim apapun kehadiran orang tua untuk menghadapi mimpi basah akan sangat berarti bagi anak. Dibanding tidak atau mengabaikan sama sekali.

Peristiwa alami

Banyak mitos yang dipercaya ketika seorang anak mulai mendapat mimpi basah. Di antaranya semakin sering mimpi basah semakin pendek umurnya, penisnya bermasalah, tubuhnya lemah, dan sebagainya.

Jelaskan pada anak bahwa semua pandangan tersebut tidak benar. Mimpi basah terjadi sebagai respon normal tubuh terhadap perubahan hormonal. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah kesuburan di masa mendatang atau menjadi tolak ukur kejantanan seorang pria. Terkecuali ada keluhan tertentu yang harus segera dibicarakan dengan dokter.

Baca juga: Pola Asuh Yang Tepat Bagi Remaja, Perlu Tarik Ulur

Karenanya anak tak perlu malu dan canggung. Mesti siap dan percaya diri, sebab mimpi basah dari sisi lain juga pertanda dia menuju tahapan hidup yang lebih dewasa.

Segera membersihkan diri

Minta anak untuk segera bersihkan diri. Basuh alat kelamin dengan benar, bila perlu dengan sabun yang aman. Perhatian pula area bawah penis yang kerap terlewat. Upayakan semua cairan putih dan kental yang keluar sudah terhapus semua dari tubuh. Ganti baju dengan yang bersih, kenakan celana dalam yang tidak terlalu ketat. Penting untuk diingat bagi anak untuk lebih hati-hati dalam merawat penisnya.

Baca juga: Trik Agar Remaja Tidak Tergoda Seks Bebas

Bicara tentang seks

Tak bisa dipungkiri, mimpi basah erat kaitannya dengan seks. Begitu anak mengalami, mulai tumbuh gairah untuk mencoba. Jadi, berikan bekal akan pengetahuan seks yang tepat. Bagaimana mengelola rasa penasaran agar tidak dilampiaskan pada hal-hal yang salah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments