25-2

Saat Tetangga Sering Bergosip Tentang Kita

Tetangga itu tak ubahnya dua sisi uang koin yang berbeda. Kadang serasa keluarga, kadang juga bisa jadi sumber malapetaka. Apalagi punya tetangga yang gemar bergosip tentang kita. Perlu teknik sendiri untuk menghadapi.

Contohnya baru-baru ini. Media dihebohkan dengan kabar penangkapan seekor babi ngepet yang diklaim sebagai penyebab raibnya uang di beberapa rumah. Babi tersebut juga diduga peliharaan seseorang. Ternyata semua itu hanya fitnah belaka. Hasil gosip tetangga yang menuduh orang lain tetap di rumah saja namun punya banyak uang. Masih banyak lagi contoh omongan tetangga yang berbuah tidak menyenangkan. Bahkan ada yang sampai memakan korban.

Baca juga: Jurus Menghadapi Gosip Yang Disebar Tetangga

Sekalipun bisa diselesaikan secara hukum atau kekeluargaan, sering dampaknya masih tersisa. Terutama bagi yang jadi sasaran bahan gosip, alias kita sendiri. Seolah-olah hasil tuduhan tetangga yang tidak benar bakal selamanya mengikuti.

Tak perlu membuktikan apa-apa

Ketika mendapati diri diperlakukan tidak adil, pasti ingin membalas. Akan tetapi, ada baiknya timbang dulu. Tidak perlu semua yang dilontarkan oleh tetangga harus dibalas, atau memberi reaksi yang berlebihan dengan spontan.

Kita juga tidak perlu capek-capek membuktikan yang sebaliknya. Sebab apapun yang kita perbuat, di mata tetangga yang suka bergosip akan selalu terlihat salah dan jadi bahan gunjingan baru.

Tetap senyum dan percaya diri

Tujuan bergosip itu untuk menyakiti. Berharap yang jadi sasaran merasa rendah diri. Maka sadari, jangan sampai keinginan si penggosip tercapai. Tetap pasang senyum dan percaya diri. Tunjukkan meski sering mendapat perlakuan tak menyenangkan, senyum dan percaya diri bisa jadi tameng buat kita.

Baca juga: Strategi Hadapi Tetangga Kepo

Balas dengan prestasi

Selain itu, balas dengan prestasi. Bukan dalam arti memenangkan lomba atau kompetisi. Melainkan mampu fokus pada karya, menuntaskan kewajiban, dan meningkatkan hasil yang lebih dari selama ini. Misalnya pada pekerjaan di kantor, kebutuhan anak, keceriaan keluarga di rumah, membuka usaha berdasar hobi yang ditekuni, dan sebagainya. Kalaupun prestasi tidak dapat membuat tukang gossip terdiam, setidaknya balasan sudah membawa positif bagi kehidupan sendiri.

Berteman dengan yang lain

People fist bump hands sign power support

Karena tetangga bukan orang yang nyaman diajak berinteraksi, sebaiknya jaga jarak. Ciptakan lingkaran terdekat dari orang-orang yang sekiranya tidak memproduksi toksin. Baik dari lisannya maupun perilakunya. Sebab kesehatan mental juga perlu dipelihara dari hubungan antar sesama yang harmonis.

Cari pelampiasan sehat

Wajar ketika digosipkan atau difitnah jadi sedih, marah, khawatir, dan sebagainya. Tapi daripada kian merugi, coba alihkan pada yang sehat. Pelampiasan yang sekiranya mampu menjadi pelepas energi negatif tanpa menimbulkan efek pada orang lain, misalnya. Dari nonton film, jalan-jalan sambil menikmati pemandangan, makan yang enak-enak, olahraga, serta masih banyak lagi.

Baca juga: Ulah Tetangga Yang Bisa Diperkarakan Ranah Hukum

Jika sudah melampaui batas

Tapi bagaimana jika gosip atau fitnah sudah melampaui batas? Seperti kasus babi ngepet tadi. Atau sudah pernah menempuh upaya kekeluargaan tapi tidak berhasil. Ada baiknya segera minta pertolongan pada pihak ketiga yang punya kuasa untuk menyelesaikan. Seperti ketua paguyuban tempat tinggal hingga pihak berwenang bila gosip dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments