15-2

Solusi Jitu Saat Jadi Korban Ghosting

Menjadi korban ghosting itu tak hanya menyakitkan, tapi juga sulit disembuhkan. Luka batin yang membekas dan tak mudah hilang. Karenanya, dibutuhkan solusi penting bagi yang mengalami.

Pada dasarnya ghosting adalah istilah anyar yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Yakni untuk menggambarkan situasi di mana ada seseorang yang pergi dan memutus komunikasi tanpa memberitahu apa-apa. Dapat ditujukan pada calon pacar atau pasangan, teman, maupun rekan kerja.

Baca juga: Terapi Diri Saat Kehilangan Seseorang

Banyak alasan mengapa biasanya seseorang memutuskan bertindak ghosting. Dari tidak punya rasa komitmen, takut menjalin hubungan, menganggap ghosting sebagai cara terbaik untuk putus, sampai merasa tidak ada ikatan. Sehingga sah-sah saja baginya untuk pergi begitu saja.

Tindakan ini sangat berdampak nyata bagi yang ditinggalkan. Apalagi saat merasa sedang sayang-sayangnya. Merasa sedih, bingung, marah, putus asa, trauma, dan depresi. Jika emosi tak segera dikelola dan bantuan pada diri sendiri tak lekas diupayakan, efeknya dapat kian membesar.

Instropeksi, tapi jangan menyalahkan diri

Satu langkah awal yang perlu dilakukan ialah instropeksi. Namun bukan dalam rangka menyalahkan diri. Coba cari tahu apakah ada faktor internal yang menyebabkan dia menghilang. Sangat mungkin memang sebelumnya sudah ada benih-benih ketidakcocokan, yang kemudian membuat dia memilih untuk pergi.

Akan tetapi, apapun alasan yang bisa ditemukan, sekali lagi, jangan menganggap diri sendiri sebagai sumbernya. Ada banyak hal di luar diri yang tidak bisa kita kontrol. Termasuk dirinya dan keputusannya untuk memutus komunikasi.

Baca juga: Belajar Memaafkan Agar Fisik Tak Ikut Sakit

Jangan menebak alasannya pergi

Di samping itu, jangan memaksa diri menebak-nebak mengapa dia sampai tega pergi. Bisa saja dugaan yang dipikirkan benar. Tapi itu hanya akan menjerumuskan diri pada emosi-emosi negatif terus menerus. Lebih baik ganti dengan belajar untuk ikhlas dan menerima. Sekalipun sulit, tapi ini akan membawa dampak positif bagi psikis dan fisik.

Buat batasan

Imbangi dengan membuat batasan. Tepatnya adalah batasan diri yang berkaitan dengan dirinya dan yang perlu diterapkan pada diri sendiri. Contohnya, cukup maksimal tiga kali menghubungi dengan kirim pesan pribadi. Jika tidak mendapat balasan balik selama seminggu, artinya tidak perlu menghubungi lagi.

Sementara itu batasan pada diri sendiri dapat beragam bentuk. Misalnya setelah seminggu tidak mendapat balasan tandanya harus segera move on serta berupaya melupakan. Sebab kebutuhan internal juga perlu berada dalam prioritas.

Alihkan pikiran

Demi terjaganya kesehatan mental, coba perlahan-lahan alihkan pikiran. Seperti pada kesibukan baru yang dapat menghasilkan income, atau kesibukan yang memang selama ini sudah lama ditekuni. Dengan fokus pada kesibukan dan tetap produktif lambat laun akan mengajak diri sendiri bangkit dan menjadi pribadi yang lebih matang. Anggap saja di-ghosting sebagai pengalaman berharga dalam menjalin relasi lagi nantinya.

Baca juga: Kala Mantan Nikah Sama Teman

Cari teman dan bantuan

Ingat jangan terus mengurung diri, isolasi atau terus dalam kondisi sendiri. Buka diri dengan tetap berteman dan cari bantuan. Pada teman terdekat atau yang lebih ahli seperti psikolog. Ungkapkan semua perasaan dan mulai lagi hari-hari baru dengan lebih ceria tanpa kehadirannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments