21-2

Saat Anak Suka Mengumbar Cerita Di Rumah Pada Orang Lain

Punya anak yang aktif dan pandai bercerita tentu keuntungan tersendiri buat orang tua. Tapi jika sudah sering menceritakan kondisi di rumah yang dianggap rahasia pastinya tak enak juga. Anak harus diajak untuk memahami bahwa tak semua hal perlu disampaikan pada yang lain.

Misalnya pada teman-teman, tetangga, atau keluarga besar. Sekalipun itu hal yang remeh temeh. Sebab mungkin bagi orang lain terasa lucu, tapi orang tua jadi malu. Apalagi jika yang diceritakan anak memang tidak selayaknya jadi bahan omongan keluar. Cukup menjadi konsumsi pribadi sendiri saja.

Baca juga: Menghadapi Anak Yang Suka Membantah

Sayangnya, anak memang punya keunikan sendiri. Terkait usia dan nalarnya, yang membuat orang tua tidak mudah mengajaknya berbicara. Langsung dilarang tanpa menjelaskan alasan juga bukan upaya yang sehat. Justru rentan membuat anak ogah berbicara dengan orang tua sendiri. Tapi kemudian makin gencar berbicara dengan yang lain lantaran merasa didengar.

Tanya mengapa

Coba mulai dengan pertanyaan, apa saja yang suka diceritakan anak pada teman atau tetangga? Lalu berlanjut ke pertanyaan, mengapa dia suka cerita tentang hal tersebut? Apakah ada yang lucu, menarik, atau karena apa.

Dari sini akan terkuak keinginan untuk sekadar bercerita, meluapkan emosi setelah berbagai kejadian di rumah, ingin menarik perhatian teman-temannya, dan sebagainya.

Ajak diskusi

Teruskan pada obrolan untuk mengajak anak mengenal bagian mana yang perlu diceritakan dan mana yang tidak. Tapi ada baiknya orang tua memperhatikan usia dan logika anak. Terutama penggunaan bahasa dan penjelasan bagian.

Misalnya anak dapat cerita tentang menu favorit dari masakan ibu, atau pengalaman belajar bersama ayah. Tapi tidak perlu bercerita tentang harga mainan, pertengkaran dia dengan saudaranya, aktivitas ketika di toilet atau kamar mandi.

Biasanya dengan menyebut contoh-contoh langsung anak akan lebih mudah mencerna dan memahami. Sehingga gampang pula membedakan bagian rahasia dan yang tidak.

Baca juga: Cara Mudah Mendongeng Agar Anak Tertarik

Jelaskan dampaknya

Sertakan dampak tidak menyenangkan dari kegemaran anak suka bercerita. Misalnya dapat jadi bahan olok-olok teman, ayah dan ibu tidak punya rahasia lagi, atau dampak lain yang sekiranya dapat dimengerti anak.

Bermain rahasia

Atasi dengan mengajak anak bermain rahasia. Aturan permainan dibuat dengan adanya sebuah kisah, harus disimpan, tidak boleh diceritakan. Siapa yang bisa bertahan paling lama menyimpan rahasia akan menjadi pemenangnya.

Dapat dicoba, sebab seringnya dari permainan yang seru, anak lebih cepat belajar dan memahami persoalan.

Baca juga: Hak Anak Yang Suka Dilanggar Orang Tua

Pikirkan solusi lain

Juga pikirkan solusi lain. Khususnya setelah mengetahui mengapa anak selama ini gemar bercerita pada orang lain tentang kondisi di rumah. Jika tercetus akibat faktor luar, seperti suka ditanya-tanya oleh teman dan tetangga, maka sebaiknya orang tua perlu membatasi interaksi anak dengan mereka. Sebab di sini anak hanya dijadikan sumber berita dan selanjutnya konsumsi massal.

Tapi jika terjadi karena faktor dalam, misalnya karena orang tua jarang mengajak anak bercerita. Maka kini saatnya untuk memperbaiki situasi. Dekati dan dengarkan. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments