04-2

Cara Agar Terapi Dengan Psikolog Efektif

Berkonsultasi ke pakar seperti psikolog kerap dianggap sebagai solusi. Tapi kadang meski rutin terapi tetap saja tidak mencapai hasil seperti yang diinginkan. Jangan-jangan ada hambatan dari dalam diri yang menjadi penyebabnya.

Karena pada dasarnya, walau psikolog merupakan orang yang ahli membantu, tapi semua kembali pada yang sedang berkonsultasi. Apalagi ada banyak batasan di mana psikolog tidak boleh melanggar etika profesi. Maka, bantuan seringnya hanya berupa saran atau nasihat. Boleh lebih selama tidak melanggar kaidah-kaidah profesionalisme. Dan akhirnya, berhasil tidaknya penyelesaian masalah berdasar saran dari psikolog, sangat tergantung pada pelaksanaan oleh diri sendiri. Bukan hanya mengandalkan psikolog seorang.

Baca juga: terapi diri saat kehilangan seseorang

Sehingga perlu disadari pula bagaimana sikap maupun reaksi diri selama menjalani proses terapi. Sekaligus menjadi tolak ukur dan parameter mengenai kesungguhan untuk mencapai jalan keluar dari masalah. Artinya tidak memposisikan psikolog hanya sebagai teman bicara saja. Melainkan ada cita-cita untuk berubah dan lebih baik dari kondisi sebelumnya.

Jadi diri sendiri dan rileks

Ada baiknya, sejak awal dan selama sesi terapi berlangsung selalu menjadi diri sendiri. Tunjukkan pribadi yang sebenarnya, apa adanya, dan tak perlu menampilkan karakter lain dari keseharian. Buang ketegangan, kekhawatiran, atau gundah gulana. Sebaliknya, nikmati dan rileks saja setiap menit bersama psikolog.

Mengapa sikap ini penting? Pertama agar Anda nyaman. Jika sudah nyaman, jalannya konsultasi akan lebih mengalir lancar. Di samping hadir perasaan aman menceritakan masalah pada orang yang baru dikenal. Kedua, tak usah khawatir rahasia akan terbuka. Lantaran psikolog jelas punya etika yang tak boleh dilanggar.

Baca juga: Tepat Mengatasi Rasa Cemas Berlebihan

Jujur dan terbuka

Untuk dapat membantu, psikolog pasti harus menggali dulu masalah yang sebenarnya. Dengan cara mengajukan sederet pertanyaan. Dari yang remeh temeh hingga bersifat sangat privat. Wajar bila terbersit rasa tak enak, tapi upayakan selalu memberikan jawaban yang jujur dan terus terang. Keterbukaan yang akan memudahkan psikolog menemukan solusi yang paling tepat.

Menerima

Biasanya dari bercerita, psikolog akan memberikan imbal balik. Meliputi akar konflik yang sebenarnya tidak disadari, watak dominan, hingga kebiasaan yang tidak baik, atau tentang lainnya. Mungkin ada yang enak untuk didengar, tapi tak jarang pula jadi tersentak atau malah marah.

Namun, apapun yang dirasa, sangat disarankan untuk menerima. Bahkan lebih dari itu, mengakui. Sebab dengan mengelak atau denial akan jadi penghalang besar bagi suksesnya terapi.

Mendengarkan

Juga selalu coba untuk mendengarkan. Resapi dan ingat terus setiap pesan, usul, ide, kritik, masukan dari psikolog. Setidaknya dengan adanya kemauan mendengar, menandakan ada keinginan untuk keluar dari masalah. Untuk berusaha dan mengupayakan segala sesuatu yang baru serta lebih baik dalam kehidupan.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Orang Ingin Bunuh Diri

Mau berubah

Langkah selanjutnya ialah mau berubah. Tindakan nyata sebagai bukti bahwa terapi dengan psikolog tidak sia-sia. Dengan  mempraktekkan langsung saran dan jalan keluar yang sudah dibicarakan bersama. Entah nanti bagaimana dampaknya bagi diri sendiri, minimal harus dimulai dengan langkah sekecil apapun. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments