03

Intip Isi Asuransi Rumah

Sebagai bagian dari kebutuhan primer dan aset yang berharga, sudah selayaknya rumah punya asuransi. Sayangnya asuransi ini tidak begitu tenar dan masih banyak yang awam. Padahal fungsinya tak kalah penting seperti jenis asuransi yang lain.

Sesuai namanya, asuransi rumah adalah asuransi yang memberikan jaminan apabila terdapat kerusakan pada rumah atau tempat tinggal sehingga pemilik mengalami kerugian. Contohnya tertimpa kebakaran, tindakan pencurian, atau terdampak bencana alam. Oleh perusahaan asuransi, kerusakan yang terjadi akan ditanggung. Pastinya akan disesuaikan dengan kesepakatan antara perusahaan dan pembeli polis. Khususnya nilai ganti rugi seimbang dengan nilai bangunan terkini.

Baca juga: Asuransi, Si Penyelamat Yang Sering Diabaikan

Di sisi lain, sangat disarankan untuk hati-hati memilih perusahaan sebelum membeli asuransinya. Pilih yang sekiranya dikenal memegang reputasi positif serta mekanisme ganti rugi yang wajar. Penting pula untuk memahami isi atau kandungan dari polis asuransi agar di kemudian hari tak merugi.

Sebab jenis asuransi rumah tak hanya satu dan masih ada komponen yang perlu diperhatikan dengan seksama. Ditambah seringkali keterangan atau informasi tertulis yang disebutkan dalam surat perjanjian kompleks dan sulit dimengerti. Bukan saja kerap ambigu, tidak sedikit pembeli polis asuransi yang merasa ditipu.

Property All Risk (PAR)/Industrial All Risk (IAR)

Pada dasarnya PAR dan IAR punya kesamaan. Yakni menjamin segala risiko kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan. Sifatnya unnamed perils. Meliputi kerusakan karena kerusuhan, pemogokan, huru hara, kriminal, rusak karena air, longsor, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan pergerakan tanah. Akan tetapi tidak mengganti kerusakan akibat perang, terorisme, kelambatan usaha, perbuatan yang disengaja oleh pemilik maupun karyawan, kerusakan mekanik, polusi, kontaminasi, nuklir, dan sebagainya.

Bedanya, PAR hanya berlaku untuk bangunan non industri. Contoh paling jelas adalah rumah tinggal, rumah sakit, sekolah, kantor, dan sejenisnya. Sementara IAR mengacu untuk bangunan berbasis industri. Seperti pabrik, gudang, mal, dan toko.

Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia (PSAKI)

Jenis berikutnya adalah polis asuransi yang dikhususkan untuk ganti rugi kebakaran. Diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang memberikan perlindungan pada materi dan kepentingan yang telah dipertanggungkan. Di antaranya mencakup ganti rugi atas kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Baca juga: Supaya Klaim Asuransi Diterima

Baca juga: Asuransi “ Nyeleneh” Para Selebritas

Meski demikian, ganti rugi terhadap kerusakan dapat diperluas sesuai dengan kesepakatan. Yang mana tidak jauh berbeda dengan PAR dan IAR tadi. Antara lain garansi terhadap kerusuhan, pemogokan, huru hara, kriminal, banjir, angin topan, tanah longsor, kerusakan karena air, karena dibongkar, serta business interruption (kehilangan keuntungan). (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments