08-1

Trik Merawat Sepeda Listrik

Bersepeda masih menjadi olahraga yang digemari masyarakat. Tak ketinggalan pula sepeda listrik yang mulai kembali naik pamornya. Penampilan dan berbagai komponennya membutuhkan trik perawatan tersendiri.

Hal ini karena pada sepeda listrik terdapat jaringan listrik, baterai, dan transfer kemudi dari elektrik ke manual, yang tidak terdapat di sepeda biasa. Salah perlakuan jelas akan menyebabkan kerusakan dan mesti merogoh kocek yang dalam. Namun bukan berarti sulit. Merawat sepeda listrik pada dasarnya tidak rumit. Hanya membutuhkan langkah khusus dan prioritas pada bagian tertentu.

Baca juga: Seluk Beluk Skuter Listrik

Adapun sepeda listrik yang mulai bermasalah ditunjukkan oleh beberapa tanda. Di antaranya tenaga sepeda kurang cepat ketika dijalankan atau dikayuh, isi baterai cepat habis, dan pemakaian terasa kurang nyaman. Jika salah satu atau malah ketiganya terjadi, segera cek lagi kondisi sepeda listrik. Benahi kembali sistem perawatan yang selama ini sudah dijalankan.

Ketajaman rem cakram

Perhatikan selalu kondisi rem cakram. Ada tiga keping logam yang menyusunnya, yakni cakram di tengah, penahan bantalan rem di luar, dan di antaranya masih ada bantalan rem sendiri. Bila ketiga keping letaknya masih berjauhan, seharusnya menjadi pertanda rem cakram masih bagus. Sebaliknya bila sudah berdekatan, berarti rem cakram sudah aus.

Nah, bila memang sudah aus, sudah saatnya untuk segera mengganti. Sebab rem cakram yang bermasalah bukan saja menghambat laju sepeda, melainkan juga menyedot isi baterai sehingga cepat terkuras.

Isi daya listrik

Salah satu komponen penting dari sepeda listrik adalah baterai dan pengisian daya listrik. Dianjurkan untuk selalu mengisi baterai sekalipun isinya masih banyak. Langkah ini lebih bagus daripada membiarkan baterai kosong. Jika menunggu sampai benar-benar habis dan kemudian memaksa sepeda berjalan, hanya akan membuat umur baterai tidak awet.

Baca juga: Makin Akrab Dengan Motor Listrik

Saat mencuci

Pastinya saat mencuci sepeda, jangan sampai air masuk dan mengenai sela-sela jaringan listrik. Karenanya, sepeda tidak boleh direndam, disemprot air bertekanan tinggi, atau water pressure (cuci steam). Bila terkena genangan air rendah atau terciprat lumpur dan kotoran ketika hujan kemungkinan masih aman. Mengingat sifat sepeda listrik adalah water resistant bukan waterproof.

Cara yang paling aman saat mencuci cukup dilap dan sistem waterdroop, dengan catatan tekanan air harus rendah. Tujuannya untuk menghindari butir-butir air masuk ke area baterai dan mencegah korsleting.

Rantai penghubung

Rantai pada sepeda listrik menghubungkan mesin dengan roda belakang. Jadi tekanan yang dialami dua kali lebih besar dibanding sepeda non-elektrik. Khususnya yang menggunakan mesin motor mid-drive. Jadi, cek selalu melar tidaknya. Juga tambahkan pelumas sebagai penjaga daya tahan staminanya.

Baca juga: Ini Dia Keunggulan Motor Injeksi

Bagian lain

Di samping itu, bagian komponen lain juga tidak boleh terlewat dalam rangkaian perawatan. Mulai dari tekanan ban yang mesti stabil, semua mur dan baut harus terpasang sempurna, pengaturan suspensi tidak boleh terlalu lunak atau terlalu keras, kondisi kabel penghubung baterai ke sepeda, serta unsur kebersihan yang melingkupi semua elemen komponen. Semakin baik dan terawat, umur sepeda listrik pun akan semakin awet. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments