25

Langkah-Langkah yang Dipersiapkan Bila Harus Mengubah Jenis Usaha

Bisnis saat ini sedang lesu-lesunya. Banyak yang mesti gulung tikar. Sebagian lagi tak menyerah, berjuang lewat berbagai cara. Salah satunya dengan mengubah jenis usahanya yang membutuhkan langkah-langkah khusus.

Seperti yang tadinya bergerak di bidang jasa pariwisata, kini beralih ke penjualan makanan tradisional. Atau sebelumnya hanya tinggal menunggu konsumen datang ke mal dan makan di restorannya, sekarang banyak brand-brand ternama menjajakan dagangan di pinggir jalan. Semuanya dilakukan untuk berbagai tujuan. Demi bertahan, tetap mendapat untung, dan untuk para karyawan yang juga sudah lama menggantungkan hidupnya.

Baca juga: Strategi Bisnis Bertahan Di Tengah Pandemi

Namun, mengubah jenis usaha memang tidak semudah kelihatannya. Meski telah berpengalaman berwirausaha, mengendalikan jenis bisnis yang baru bukan perkara gampang. Ada serangkaian prosedur yang mesti dilalui. Tak ubahnya seperti membangun usaha dari nol lagi.

Kuasai ilmu dasarnya

Salah satu yang terpenting adalah menguasai lika liku jalannya jenis usaha yang baru. Cari tahu dulu bagaimana menjual barang tersebut agar untung tetap didapat. Mulai siapa pemasok bahan baku, harga bahan, lama dan proses pengerjaan, sampai pengemasan. Serta teknik-teknik menawarkan pada reseller bila ada, atau langsung menjualnya ke konsumen. Semuanya perlu dikuasai dan dipetakan terlebih dulu.

Tes selera pasar

Lalu lakukan tes selera pasar. Semacam uji coba untuk mengetahui minat calon konsumen terhadap barang buatan yang baru.

Tapi sebelum itu, ada baiknya Anda sudah menentukan siapa yang akan disasar.

Sebab ini berhubungan dengan harga yang nantinya ditawarkan berikut ke lini-lini lain. Contohnya, rasa, bentuk, selera, kemasan, iklan, dan sebagainya.

Akan tetapi jangan menjadikan barang kekinian sebagai patokan akan selalu digandrungi konsumen. Bila memang ingin barang terkini yang sedang nge-hits. Tetap adakan tes selera dari barang produksi Anda sendiri.

Baca juga: Fungsi Branding Saat Pandemi

Pengelolaan dapur internal

Sedang pada pengelolaan dapur internal, Anda memerlukan banyak langkah perubahan. Mulai dari penyusunan anggaran, pembagian tugas bahkan pemberian training pada pegawai, rencana cadangan jika gagal, dan seterusnya.

Termasuk bagaimana meredam ketidaksetujuan dari pemegang saham dan mitra yang sudah menanam investasi pada usaha. Lakukan presentasi sebagai langkah pendekatan dan meminta persetujuan sepenuhnya.

Strategi menghadapi kompetitor

Kompetitor akan selalu ada. Walau barang Anda belum banyak di pasaran. Karenanya sertakan selalu daya kreasi agar barang yang dijual punya keunggulan dan berbeda. Misalnya menambahkan varian rasa atau potongan harga besar bagi yang membeli dalam jumlah jumbo.

Branding seoptimal mungkin

Sebab jenis usaha yang baru, Anda juga perlu melakukan branding yang baru. Tujuannya jelas untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan pada konsumen. Khususnya optimal di media sosial, di mana sekarang terbukti paling efisien dan murah mendekati calon-calon pembeli.

Baca juga: Jenis Usaha Yang Diperkirakan Akan Terus Bersinar

Memperluas jaringan

Terus perluas jaringan. Baik networking yang sebelumnya sudah terjalin sehubungan dengan jenis usaha lama, maupun jaringan pertemanan yang baru terkait bisnis terkini. Paling tidak, dengan terus merawat hubungan, siapa tahu akan menjadi penguat usaha. Contohnya dari cerita Anda kemudian banyak tertarik sebagai mitra, menanamkan modal, dan mengajak mengepakkan sayap bersama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments